Kamis, 24 Februari 2022 20:21

Persit Kodim Gowa Siap Edukasi Soal Vaksin dan Bahaya Omicron

Persit Kodim Gowa mengikuti vicom Kementerian Kesehatan, Kamis (23/2/2022).
Persit Kodim Gowa mengikuti vicom Kementerian Kesehatan, Kamis (23/2/2022).

Sosialisasi ini sangat penting agar masyarakat tahu bahaya Omicron, dan pentingnya vaksinasi

GOWA, PEDOMANMEDIA - Persit Cabang Kodim 1409/Gowa berkomitmen membantu pemerintah dalam percepatan program vaksinasi. Persit akan ikut mengedukasi masyarakat.

Hal ini disampaikan saat Kementerian Kesehatan menggelar video conference (vicon), Kamis (23/2/2022). Dalam kegiatan tersebut, Kemenkes RI menghadirkan dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKMUI), Ede Surya Darmawan.

Ede Surya menjabarkan dalam sosialisasi bertema "Waspada Omicron, Yuk Kenali dan Kendalikan Penyakit Penyerta (Komorbid) tentang penyebaran Covid-19 khususnya varian Omicron.

Baca Juga

Ketua Persit Cabang Kodim 1409/Gowa Ny Nuni Prasetyo menyebutkan, sosialisasi ini merupakan sesuatu yang penting untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang bahaya Covid-19. Sekaligus mengedukasi masyarakat akan pentingnya vaksinasi.

"Sosialisasi ini sangat penting agar masyarakat tahu bahaya Omicron, pentingnya vaksinasi serta warning untuk kembali disiplin prokes," ujar Ny Nuni.

Secara internal Persit, para anggota juga kembali ditekankan untuk lebih menjaga diri dengan prokes dan segera melakukan vaksin bagi yang belum. Dengan kondisi saat ini, kata Nuni, tentu hal yang harus dilakukan adalah membatasi kegiatan organisasi.

"Kalaupun memang tak bisa dihindari, tentu dengan prokes ketat, baik penggunaan masker, hand sanitizer maupun mengatur jarak. Karena saat ini tingkat penyebaran semakin tinggi. Sehingga kita harus mengantisipasi dengan pembatasan kegiatan," jelas Ny Nuni.

Ny Nuni juga mengakui bahwa masih ada anggota Persit Gowa yang belum divaksin.

"Memang masih ada anggota persit yang belum divaksin. Tetapi bukan karena tidak mau, tetapi karena memang alasan yang tidak memungkinkan untuk divaksin, seperti habis melahirkan dan sakit. Tetapi dalam waktu dekat, semua yang belum dan memang memungkinkan, sudah siap untuk divaksin. Termasuk persit yang juga sudah siap untuk divaksin booster," ungkapnya.

Sementara itu dalam materinya, Ede Surya menyebutkan, Omicron memiliki gejala yang tidak separah varian Delta ataupun maupun varian sebelumnya. Namun, tetap berbahaya bagi lansia dan orang yang belum divaksin serta memiliki riwayat penyakit penyerta (Komorbid), karena berpotensi sakit yang parah hingga bisa berujung kematian.

"Dengan gejala umum yang terbilang ringan seperti flu biasa, batuk, demam, dan sakit tenggorokan, Omicron memiliki tingkat penularan yang cepat. Sehingga menerapkan protokol kesehatan dan vaksinasi menjadi bentuk upaya pencegahan tertularnya varian Omicron," imbuhnya.

Penulis: Elien Marlina

Editor : Muh. Syakir
#Vaksinasi #Bahaya Omicron #Persit Kodim Gowa
Berikan Komentar Anda
Epaper
Cover Epaper
Populer