MAKASSAR, PEDOMANMEDIA - Kalangan pengusaha memberi warning kepada pemerintah akan adanya gelombang PHK akhir tahun nanti. PHK besar-besaran ini akan memicu statistik penganggur yang tumbuh sampai 5 juta orang.
Para peneliti sosial melihat ledakan pengangguran baru tak bisa dicegah. Ini juga akan diikuti oleh angka penduduk miskin yang tumbuh di atas rata rata.
"Kemiskinan dan pengangguran itu akan naik secara linear. Dalam 5 tahun ini gtafiknya naik. Tapi pertumbuhan kali ini lebih besar. Efek dari resesi dan gagalnya pemerintah mempertahankan daya serap industri," terang aktivis sosial Andi Tenri Farida, Rabu (30/9/2020).
Berikut ini beberapa fakta mencengangkan terkait statistik pengangguran dan kemiskinan.
1. Kementerian Keuangan dengan terbuka mengakui pengangguran dan kemiskinan RI bakal naik signifikan saat Indonesia masuk jurang resesi.
2. Kemiskinan akan naik sekitar 3,02 juta hingga 5,71 juta orang. Dan pengangguran meningkat kurang lebih 4 juta-5,23 juta orang.
3. Kementerian Tenaga Kerja menyebut angka pengangguran, sempat turun dari 7.050.000 orang menjadi 6.800.000. Namun, adanya COVID-19 membuat datanya kembali naik.
Berdasarkan data total pekerja kena PHK maupun dirumahkan melonjak sebanyak 3,5 juta orang. Totalnya mencapai 10 juta orang dalam tingkat pengangguran terbuka.
Padahal sebelumnya hanya 6 juta orang lebih. Artinya dalam 6 bulan grafik penganggur naik hampir 4 juta orang.
4. Badan Pusat Statistik mencatat jumlah penduduk miskin Indonesia hingga Maret 2020 lalu sudah mencapai 26,42 juta orang. Kemiskinan di daerah perkotaan sebesar 11,16 juta orang atau 7,38% dan di daerah perdesaan sebesar 15,26 juta orang atau 12,82%.
5. Artinya, angka kemiskinan perkotaan naik 1,3 juta orang dari 9,86 juta orang pada September 2019 menjadi 11,16 juta orang pada Maret 2020. Sedangkan, angka kemiskinan di perdesaan mengalami kenaikan 333,9 ribu orang dari 14,93 juta orang pada September 2019 menjadi 15,26 juta orang pada Maret 2020
Kata Tenri, angka angka ini memberi tekanan psikologis sosial. Rakyat akan semakin pesimis dengan perbaikan ekonomi di negeri ini.
"Apalagi kalau pandemi belum bisa diatasi sampai 2021 keadaan ini akan menumbuhkan apriori terhadap pemerintah. Dan itu berdampak lebih riskan," ucapnya.
BERITA TERKAIT
-
Sudah 18 Ribu Orang Kena PHK, Sulsel Peringkat 7 Terbanyak
-
Pengusaha Sulsel Sebut Kenaikan UMP 6,5% Bisa Berimbas PHK
-
Begini Jurus Pj Gubernur Bahtiar Tangani Kemiskinan di Sulbar
-
Bupati Adnan Sebut Kehadiran Misi Pasaraya di Gowa Kurangi Angka Pengangguran
-
Peneliti Ingatkan Bahaya Krisis Pangan: Awas Gejolak Pengangguran