Seminggu Rusia Invasi Ukraina, PBB Ungkap 1 Juta Orang Mengungsi
Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, mengatakan sangat berterima kasih kepada 141 negara yang mendukung resolusi PBB ini.
KIEV, PEDOMANMEDIA - Beberapa ledakan besar telah terdengar di ibu kota Ukraina, Kyiv seminggu setelah Rusia memulai invasi ke negara itu.
Setidaknya empat ledakan besar menerangi langit malam di Kyiv, yang direkam oleh para saksi di video
Rekaman di media sosial menunjukkan bola api besar menerangi langit malam.
Tidak jelas apa target serangan itu, atau berapa banyak orang yang terluka.
Jumlah orang yang keluar Ukraina terus bertambah. PBB mengatakan satu juta pengungsi kini telah meninggalkan Ukraina ke negara-negara tetangga.
Penyerbuan Rusia di Ukraina menelan banyak korban sipil Rabu (2/3/2022) waktu setempat setelah gempuran atas perumahan penduduk dan kota-kota kunci dikepung.
Militer Rusia mengklaim menguasai Kherson, kota pelabuhan penting di dekat Krimea.
Pasukan Rusia juga mengepung kota-kota penting lain termasuk Kharkiv dan kota pelabuhan Mariupol.
Selagi pertempuran berlangsung, Kepala Jaksa Pengadilan Kriminal Internasional (ICC), Karim Khan, mengumumkan bahwa dirinya telah membuka penyelidikan mengenai potensi kejahatan perang yang dilakukan Rusia di Ukraina.
"Kantor saya telah menemukan dasar yang meyakinkan bahwa kejahatan di dalam yurisdiksi Pengadilan ini telah dilakukan. Kantor saya juga telah mengidentifikasi potensi kasus-kasus yang bakal dapat diterima," kata Khan dilansir dari BBC, Kamis (3/3/2022).
Beberapa saat sebelumnya, Majelis Umum PBB telah menggelar sesi darurat untuk mengutuk invasi Rusia ke Ukraina serta menyerukan agar tentara Rusia ditarik mundur sesegera mungkin.
Dalam sesi darurat yang jarang dilakukan itu, sebanyak 141 negara mendukung kecaman terhadap Rusia dan hanya lima yang menentang resolusi, termasuk Suriah dan Korea Utara. Lima negara abstain, termasuk China dan India.
Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, mengatakan sangat berterima kasih kepada 141 negara yang mendukung resolusi PBB ini. Zelensky mengatakan, Majelis Umum PBB telah memilih pihak yang benar dalam sejarah.
Duta besar Amerika Serikat untuk PBB mengatakan keputusan ini mencerminkan dukungan yang luar biasa, baik terhadap Ukraina maupun Piagam PBB.
