Usai Teleponan Putin, Presiden Perancis: Yang Terburuk di Ukraina akan Terjadi
Macron juga mendesak Putin untuk menghindari korban sipil dan mengizinkan bantuan kemanusiaan masuk.
PARIS, PEDOMANMEDIA - Presiden Perancis Emmanuel Macron mengaku telah berbicara dengan Vladimir Putin lewat telepon selama hampir 90 menit. Ia menyebut, yang terburuk akan datang di Ukraina.
Hal tersebut disampaikan seorang ajudan Macron yang juga mengatakan, Putin tampaknya berniat merebut seluruh Ukraina.
"Perkiraan presiden adalah yang terburuk akan datang, mengingat apa yang dikatakan Presiden Putin kepadanya," kata ajudan senior Macron kepada wartawan tanpa menyebut nama.
"Tidak ada apa pun dalam apa yang dikatakan Presiden Putin kepada kami yang dapat meyakinkan kami. Dia menunjukkan tekad besar untuk melanjutkan operasi," lanjut ajudan itu dikutip dari AFP, Kamis (3/3/2022).
Dia menambahkan, Putin "ingin menguasai seluruh Ukraina. Dia akan, dengan kata-katanya sendiri, melakukan operasinya untuk melakukan 'denazifikasi' Ukraina sampai akhir."
"Anda dapat memahami sejauh mana kata-kata ini mengejutkan dan tidak dapat diterima dan presiden mengatakan kepadanya bahwa itu bohong," imbuh ajudan itu.
Macron juga mendesak Putin untuk menghindari korban sipil dan mengizinkan bantuan kemanusiaan masuk.
"Presiden Putin menjawab bahwa dia mendukung tetapi tanpa membuat komitmen apa pun," ujar ajudan itu, seraya menambahkan bahwa Putin membantah militer Rusia menargetkan infrastruktur sipil di Ukraina.
Macron sekali lagi akan mendorong sanksi tambahan terhadap Rusia untuk memperberat dampak invasi, kata ajudan itu sambil menyangkal ketegangan terbuka antara Macron dan Putin.
"Presiden Putin memiliki cara berbicara yang sangat netral dan sangat klinis. Dia terkadang menunjukkan tanda-tanda ketidaksabaran, tetapi pada dasarnya tidak ada tanda-tanda ketegangan terbuka selama pembicaraan," ucap ajudan tersebut.
- 1
- 2
- 3
- 4
- 5
