JAKARTA, PEDOMANMEDIA - Varian Omicron memucak akhir Februari dan dan mulai landai awal Maret. Namun WHO kembali mengonfirmasi munculnya varian kombinasi, Delta-Omicron. Namanya Deltacron.
Seberapa besar ancaman varian Deltacron ini? WHO menyatakan, mutasi Corona kemungkinan akan terus menurun pada tingkat risiko infeksi. Namun tetap harus diwaspadai.
Menanggapi hal itu Sekretaris Ditjen Kesehatan Masyarakat Kemenkes Siti Nadia Tarmizi mengatakan, varian gabungan Delta dan Omicron atau Deltacron belum terdeteksi di Indonesia. Hanya saja sifat khas varian Covid sangat cepat dalam transmisinya. Sehingga tetap harus diwaspadai.
"Jadi kita tetap harus waspada. Tidak boleh lengah," katanya, Sabtu (12/3/2022).
Deltacron belum terdeteksi di Tanah Air. Namun kata Nadia, tingkat kehati-hatian pada Corona tak boleh kendor. Karena eskalasi pandemi masih luas. Virus masih memungkinkan terus bermutasi.
"Kalau kita lengah itu bisa menjadi celah meningkatnya kembali kasus Corona. Sekarang upaya pencegahan kita adalah disiplin prokes dan vaksin," jelasnya.
Karena itu kata Nadia, saat ini pemerintah tidak hanya mengejar cakupan vaksin reguler. Tetapi vaksin booster juga sudah diberikan dengan sasaran 208 juta warga.
Sebelumnya, WHO telah mengkonfirmasi adanya varian gabungan dari Delta dan Omicron yang ditemukan di Prancis, Denmark, dan Belanda. Namun, pemimpin teknis COVID-19 WHO Maria Van Kerkhove mengatakan belum melihat adanya perubahan pada varian ini.
"Kami belum melihat adanya perubahan epidemiologi dengan rekombinan ini. Kami juga belum melihat adanya perubahan tingkat keparahan. Tetapi ada banyak penelitian yang sedang berlangsung," jelas Maria dalam briefing media pada Rabu (9/3/2022) lalu.
"Meski telah terdeteksi, tingkat penularan (Deltacron) sangat rendah. Sayangnya, virus ini akan mengambil peluang untuk terus menyebar," pungkasnya.
BERITA TERKAIT
-
Pakar Beri Alarm: Akan Muncul Disease X, Pendemi yang Lebih Mengerikan dari Covid
-
Indonesia Masuk Endemi, China Kembali Diamuk Corona
-
Indonesia Masuk Endemi Covid-19, PPKM Sebentar Lagi Disetop
-
Bupati Wajo Akui Terjadi Stagnantasi Ekonomi: Masih Efek Pandemi
-
Darurat Cacar Monyet, Peneliti Sebut Bisa Lebih Rumit dari Corona