Pesta Miras Berujung Keributan, Pria di Makassar Kritis Disabet Parang
Korban saat ini tengah menjalani perawatan medis di RS. Ia mengalami sejumlah luka sabetan.
MAKASSAR, PEDOMANMEDIA - Seorang pria di Kota Makassar kritis usai disabet parang oleh rekannya sendiri. Mereka terlibat keributan di sebuah pesta minuman keras.
Peristiwa ini terjadi di Jalan Muhajirin Raya, Kampung Lette, Kelurahan Bangkala, Kecamatan Manggala, kota Makassar, Minggu (13/3/22). Korban benama Hamka (29).
Kasi Humas Polrestabes Makassar AKP Lando KS mengatakan, penganiayaan itu bermula saat korban dan pelaku berselisih paham di acara pesta miras. Di bawah pengaruh miras, mereka cekcok hingga berujung keributan.
"Diduga kuat mereka cekcok usai pesta miras, dari adanya percekcokan itu akhirnya ada penganiayaan yang terjadi," ujar AKP Lando dalam keterangannya, Senin (14/3/2022).
Lando menjelaskan, dari keterangan para saksi bahwa korban bersama rekannnya sempat ditegur oleh ibunya, Ros (42). Dari teguran itu, tak dihiraukan oleh korban. Kemudian selang beberapa jam usai ditegur, tiba-tiba para tetangga sontak berteriak dan memberitahu Ros bahwa anaknya Hamka telah terkapar bersimbah darah di jalan.
"Jadi warga beritahu ke ibu korban ini kalau korban sudah terkapar di jalanan dekat waduk. Ibu koran pun terbangun dan sekitar pukul 04.30 WITA, korban dilarikan ke RS Hermina guna mendapatkan pertolongan medis," ungkap Lando
Usai kejadian itu, lanjut Lando, keluarga korban melaporkan peristiwa tersebut ke petugas Kepolisian Sektor Manggala.
"Petugas sudah lakukan olah TKP dan mengamankan terduga pelaku," katanya
Sementara korban yang kesehariannya sebagai buruh bangunan itu saat ini tengah menjalani perawatan medis di RS. Ia mengalami sejumlah luka sabetan.
Di antaranya luka terbuka pada kepala tembus tempurung sebelah kiri, dahi, dan belakang telinga sebelah kiri. Juga ada luka pada rahang sebelah kanan dan bibir akibat terkena benda tajam.
Lebih lanjut, Lando pun mengimbau kepada keluarga korban untuk tidak melakukan tindakan balasan, mengingat korban dan pelaku masih bertetangga. Lando meminta semua pihak menyerahkan masalah tersebut ke kepolisian.
“Diharapkan kiranya semua pihak untuk melakukan upaya-upaya sehingga kejadian-kejadian yang biasa terjadi, tidak terulang lagi. Masyarakat saling mengawasi dan jangan melakukan provokasi. Untuk keluarga korban kami meminta agar tetap tenang dan percayakan pihak kepolisian untuk memproses kasus ini," terang AKP Lando.
- 1
- 2
- 3
- 4
- 5
