Muh. Syakir : Senin, 14 Maret 2022 11:01
Ratusan pohon rawan tumbang di Gowa akan diremajakan dengan melibatkan Kodim.

GOWA, PEDOMANMEDIA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa dan Kodim 1409/Gowa akan melakukan peremajaan ratusan pohon di wilayah Kabupaten Gowa. Peremajaan diawali di poros Pallangga yang menyentuh sekitar 440 pohon.

Peremajaan awal ini akan sampai ke wilayah Bontonompo yang berbatasan dengan Kabupaten Takalar. Di sepanjang lokasi tersebut, ratusan pohon dianggap cukup membahayakan sehingga perlu ditebang dan diremajakan.

Bibit pohon yang akan digunakan dalam kegiatan ini hanya dua jenis, yaitu Flamboyan dan Ketapang Kencana.

Kepala Bidang Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gowa Muh Nur Fachrun menjelaskan, proses untuk kerja sama dan karya bakti tersebut telah selesai tahap survei lapangan. Survei tersebut untuk menghitung dan melakukan penandaan terhadap pohon-pohon yang akan ditebang.

"Kita sudah melakukan survei dan pendataan. Ada sekitar 440 pohon yang akan diremajakan di sepanjang Jalan Poros Pallangga hingga Bontonompo di perbatasan Gowa-Takalar. Jadi yang dianggap membahayakan akan ditebang dan diremajakan. Sedangkan yang masih dalam kondisi baik, akan dipangkas dan dirapikan," jelasnya.

Peremajaan yang akan dikerjasamakan dengan Kodim Gowa ini juga termasuk pengadaan dan penanaman bibit. Untuk peremajaan dan penanaman akan dilakukan khusus untuk jenis tanaman Flamboyan dan Ketapang Kencana.

"Ke depan pohon Trembessi sudah tidak kita gunakan karena memang rawan. Peremajaan pohon akan dilakukan secara bertahap di wilayah Gowa," jelasnya.

Fachrun juga menyampaikan bahwa selanjutnya akan diagendakan pembahasan untuk penandatanganan Memorandum of Understanding (MOU) terkait kerja sama tersebut oleh bagian kerja sama dengan Kodim Gowa.

"MOU akan dilakukan oleh Bagian Kerjasama Pemkab Gowa. Rencananya tanggal 16 Maret mendatang akan dilakukan pembahasan terkait MOU kerja sama itu dengan pihak Kodim Gowa," katanya.

Menurut Fachrun, untuk sementara wilayah itu yang akan dikerjasamakan. Jika nantinya kemudian diperlukan untuk wilayah lain, akan dilakukan lagi kerja sama.

"Untuk pengadaan bibit ini, kemungkinan akan ditenderkan," ujarnya.

Penulis: Elien Marlina