Muh. Syakir : Selasa, 15 Maret 2022 07:19
William Laurin

MAKASSAR, PEDOMANMEDIA - DPRD Kota Makassar meminta Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) mengambil langkah-langkah antisipasi dalam mengatasi kelangkaan minyak goreng. Disperindag diharapkan punya solusi mencegah gejolak jelang Ramadhan dan Lebaran Idul Fitri.

"Disperindag harus menyiapkan antisipasi dari sekarang. Apalagi menjelang Ramadhan dan Lebaran gejolak harga itu rentan," terang Ketua Komisi B DPRD Kota Makassar William Laurin, kepada PEDOMANMEDIA, Senin (14/03/2022).

Menurut William, minyak goreng di Makassar masih mengalami kelangkaan. Pasokan dari distributor ke pengecer masih sangat minim. Begitupun produsen juga mengalami hal yang sama.

"Jadi pemicu utama kelangkaan minyak goreng karena produsen membatasi pasokan ke distributor. Akhirnya distributor juga kekurangan stok untuk didrop ke pengecer. Nah inilah yang terjadi sekarang. Minyak goreng menjadi langka," ujar William.

Meskipun langka, lanjut William, disperindag harus bisa mengantisipasi hal ini. Harus ada langkah-langkah untuk mencegah gejolak di masyarakat.

"Setidaknya meski terbatas, masyarakat masih bisa dapat minyak goreng. Jangan sampai benar benar hilang," jelasnya.

William menyarankan disperindag membangunan komunikasi ke distributor maupun produsen. Agar jatah minyak goreng tetap terpenuhi untuk rumah tangga. Sebab akan sangat riskan jika

"Memang kelangkaan minyak goreng ini bukan cuman di Makassar saja. Tapi daerah lain pun mengalami hal yang sama," aku Legislator PDIP ini.

Sebelumnya, Disperindag Makassar bersama distributor menyediakan 5.000 liter minyak goreng kemasan di wilayah Kecamatan Tamalanrea dan Manggala guna mengatasi kelangkaan serta disparitas harga minyak goreng. Sebelumnya Pemprov Sulsel juga telah melakukan operasi dan pasar murah.

”Kita kerja sama distributor. Di sini kita hanya fasilitasi saja, karena ada orang distributor yang menerima uang dan menjualnya (minyak goreng). Sementara ini kita target 5.000 liter, karena baru itu kesanggupan dari satu distributor saja,” ujar Sekretaris Disperindag Makassar Ahmad.

Penulis: Sakti Raja