Muh. Syakir : Selasa, 15 Maret 2022 11:59
Sudirman Sulaiman

JENEPONTO, PEDOMANMEDIA - Gubernur Sulsel Sudirman Sulaiman memberi perhatian serius terhadap kasus kekerasan seksual yang dialami seorang balita di Jeneponto. Sudirman meminta ada penanganan khusus terhadap korban.

"Kami meminta agar aparat penegak hukum segera menangkap pelaku kejahatan seksual pada anak. Ini kejahatan yang sangat tidak manusiawi terhadap anak di bawah umur," ungkap Sudirman, Selasa (15/3/2022).

Menurut Sudirman, terhadap korban dan pelaku harus ada penanganan khusus. Korban harus ditangani medis dengan perawatan ekstra sekaligus upaya pemulihan trauma yang spesifik. 

"Karena korban kekerasan seksual itu mengalami dua tekanan. Yakni fisik dan psikis. Psikisnya harus ada upaya spesifik dalam pemulihan trauma," jelasnya.

Sementara terhadap pelaku harus diberlakukan hukuman maksimal. Karena ini merupakan kejahatan yang berdampak sangat luas. Baik terhadap korban, keluarga maupun pada lingkungan sosial. 

"Karena itu pelakunya harus dihukum berat. Ini benar benar tidak manusiawi. Kita serahkan kepada aparat kepolisian untuk menanganinya," pinta Sudirman. 

Sementara itu Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan KB (DP3A PPKB) Provinsi Sulawesi Selatan bergerak cepat melakukan pendampingan terhadap korban. Gubernur juga menginstruksikan tim Andalan Sulsel Peduli untuk mendampingi sekaligus memberikan bantuan kepada korban.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan KB (DP3A PPKB) Provinsi Sulawesi Selatan, Fitriah Zainuddin mengatakan, bahwa saat ini korban dilakukan visum di Jeneponto.

"UPT PPA Sulsel sudah berkoordinasi dengan Kanit PPA Polres Jeneponto dan P2TP2A Jeneponto. Saat ini korban sudah dirujuk dari RS di Jeneponto untuk mendapatkan penanganan di RS Unhas," katanya.

Pihaknya pun senantiasa mendampingi untuk mengontrol perkembangan pada korban.

"Kita terus pantau perkembangan korban," ujarnya.

Bocah 2 Tahun di Jeneponto Diduga Alami Pelecehan Seksual, Bagian Vital Pendarahan

Sebelumnya dilaporkan seorang balita berusia 2 tahun di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, diduga telah menjadi korban kekerasan seksual. Korban mengalami pendarahan hebat pada bagian vitalnya.

Kanit PPA Polres Jeneponto Aipda Pamili mengatakan, saat ini pihaknya telah menangani kasus tersebut. Pelaku dalam penyelidikan.

"Benar, sementara kita tangani, dan pelaku sudah dilidik. Tadi baru melapor, saya bujuk keluarganya karena sempat tidak mau," kata Pamili saat dimintai konfirmasi, Selasa (15/3/22).

Dia menjelaskan, bahwa korban saat ini telah dirujuk ke rumah sakit Unhas Makassar untuk mendapatkan perawatan lebih intensif lagi. Sebab, anak tersebut mengalami pendarahan hebat.

Selain itu, kata Pamili, pemeriksaan visum untuk kasus itu juga akan dilakukan di Kota Makassar.

"Pasien sudah dirujuk karena katanya pendarahan hebat anak ini, adapun untuk visum sebenarnya sudah dilakukan di RS Jeneponto. Tapi, kemungkinan besar juga akan divisum lagi di Makassar," katanya.

Terkait kronologi kasus ini, Pamili belum mau menjelaskan lebih jauh terkait kekerasan macam apa yang terjadi kepada sang anak. Begitu juga lokasi pendarahan yang terjadi. Dia hanya menyebut bahwa pihaknya masih melakukan pendalaman dengan menunggu hasil pemeriksaan medis.

Sementara itu, Kepala UPT Pusat Perlindungan Perempuan dan Anak (PPPA) Sulsel Meisye Papayungan, yang dikonfirmasi terpisah juga membenarkan perihal informasi itu. Kata dia, saat ini pihaknya telah berkoordinasi dengan tim kesehatan di Jeneponto.

"Iya benar, informasi kami terima seperti itu, tapi langkah awal kami adalah perawatan terhadap anak dulu, " kata Meisye secara terpisah.

Meisye mengatakan, pihaknya telah meminta agar sang anak dirujuk ke rumah sakit yang mempunyai dokter spesialis di Kota Makassar. Sebab, anak tersebut harus segera mendapat penanganan khusus akibat luka dan trauma yang dideritanya.

"Dicarikan dokter bedah anak. Karena kita mau urus itu soal pendarahan pada anak ini. Jadi mungkin di Rumah Sakit Wahidin atau di RS Unhas yang punya spesialisasi itu," paparnya.

Informasi yang dihimpun, ternyata sang anak ini pertama kali diketahui mengalami pendarahan oleh saudara kandung bapaknya pada Minggu (13/3/22) kemarin. Sang anak pun kemudian dilarikan ke RS Lanto Dg Pasewang di Jeneponto, Sulsel.