Muh. Syakir : Rabu, 16 Maret 2022 18:46
Wakil Bupati Bulukumba Andi Edy Manaf mengecek ketersediaan minyak goreng di sejumlah gudang distributor, Rabu (16/3/2022).

BULUKUMBA, PEDOMANMEDIA - Wakil Bupati bulukumba Andi Edy Manaf bersama Kapolres Bulukumba AKBP Suryono Ridho Murtedjo mengecek ketersediaan minyak goreng di sejumlah gudang distributor, Rabu (16/3/2022). Hasilnya, stok minyak goreng habis.

Dari pantauan tersebut, stok minyak goreng di dua gudang distrubutor yakni PT Mahameru dan PT Wira Eka Persadatama serta Toko Modern saat ini masih kosong karena pasokan belum tiba.

Edy mengatakan, saat stok langka diharapkan distributor tidak menaikkan harga yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Ia juga meminta agar lebih cepat dalam pendistribusian, sehingga tidak menimbulkan gejolak.

"Distribusikan dengan baik. Jangan sampai ada kerumunan warga yang antre membeli minyak goreng. Kita masih di masa pandemi. Harus diantisipasi penyebaran Covid-19," pinta Edy.

Edy Manaf menyampaikan bahwa dari hasil pemantauan, stok minyak goreng di gudang distributor dan toko modern memang sedang kosong. Pasokan dilaporkan belum tiba.

“Sama halnya pada toko modern kami tidak menemukan ketersediaan minyak goreng. Menurut para pengelola bahwa pasokan minyak goreng hanya 1 sampai 2 dos per harinya. Bahkan sudah 5 hari terakhir ini belum mendapatkan jatah kiriman," terang Edy Manaf.

Sementara di pasar tradisional, lanjut Edy, ditemukan adanya minyak goreng dengan harga Rp21.000 per liternya dengan merek Nur Buah.

Lebih lanjut dikatakan, Pemerintah Kabupaten Bulukumba akan membuat surat edaran kepada seluruh gudang, agen dan toko ritel modern dan kelontong untuk menjual sesuai dengan Harga Eceran Terendah (HET). Apabila ditemukan ada yang menjual atau menimbun akan diberikan sanksi administrasi dan akan dilaporkan ke kepolisian untuk sanksi pidananya.

Wabup Edy Manaf juga berharap kepada masyarakat agar tidak panic buying. Karena seharusnya apabila masyarakat tertib membeli sesuai dengan kebutuhan maka ketersediaan minyak goreng pasti cukup di masyarakat.

Sementara itu, Kapolres AKBP Suryono Ridho Murtedjo berharap warga tidak panik kemudian melakukan pembelian secara berlebihan yang justru bisa menyebabkan terjadinya kelangkaan minyak goreng di pasaran. Pembelian harus disesuaikan saja dengan kebutuhan.

Terkait dengan kenaikan harga di tingkat konsumen seperti saat sekarang ini, Kapolres Bulukumba mendorong Dinas Perindag untuk melakukan operasi pasar.

“Menindaklanjuti perintah Bapak Kapolri, kami dari Polres Bulukumba akan memantau langsung distribusi minyak goreng yang ada di wilayah Bulukumba," bebernya.