Muh. Syakir : Senin, 28 Maret 2022 17:41
Gazali

TORUT, PEDOMANMEDIA - Pengusaha Yoman Pasongli mempertanyakan kejelasan status kayu miliknya yang disita pihak Kesatuan Pengelola Hutan (KPH) Saddang 11 Toraja Utara. Pasalnya, 5 hari ditahan ia belum menerima surat penyitaan.

"Saya tidak tahu statusnya seperti apa. Di sana ada kayu dan kendaraan saya yang ditahan. Tapi saya belum menerima surat penyitaan dari KPH 11 Saddang Torut," kata Yoman, Senin (28/3/2022).

Menurut Yoman, sudah ada beberapa berkas yang ikut disita KPH. Di antaranya mobil berikut surat-suratnya. Termasuk kayu, nota pembelian dan dokumen nota angkutan. Namun sampai sekarang belum ada surat penyitaan.

"Pada saat saya diamankan di Kaleakan dokumen-dokumen beserta surat mobil saya, disita dan nota pembelian, nota angkutan namun semuanya tidak ada surat penyitaannya. Saya butuh kejelasan," tandas Yoman.

Sementara itu Kepala KPH Saddang 11 Toraja Utara Gazali yang dihubungi melalui sambungan seluler miliknya membenarkan belum terbitnya surat penyitaan.

"Ia benar pak kami belum memberikan surat penyitaannya karena sudah kami serahkan sama Gakum. Silakan hubungi Gakum pak kalau mau tahu informasinya," kata Gazali.

Sebelumnya, Yoman Pasongli ditangkap dalam operasi penangkapan yang dilakukan UPT Kesatuan Pengelola Hutan (KPH) Saddang 11 Toraja Utara. Sayangnya, penangkapan itu disebut tidak dilengkapi surat penyitaan.

Yoman Pasongli menuturkan, kayu-kayu miliknya disita dan diamankan di Kantor KPH Saddang Torut. Meski sudah diamankan, sampai saat ini ia tidak diberi surat penyitaan.

Selama kendaraannya ditahan, Yoman mengaku telah mengalami kerugian sampai puluhan juta. Yoman menduga pihak KPH Saddang sengaja ingin mematikan usaha mereka.

"Ini sama saja mematikan usaha kami. Karena apa, ini mobil sementara saya cicil sedangkan mobil saya sudah 3 hari di sini ditahan. aya minta untuk di pinjam pake namun beliau tidak kabulkan," ucap Yoman.

Yoman mengatakan, Kepala KPH Gazali memang gemar mempersulit pengusaha. Ia juga tidak bisa bekerja sama dengan masyarakat Toraja.

"Saya berharap agar pak Gazali bisa dimutasi keluar dari daerah Toraja Utara karena dianggap gagal dalam mengambil kebijakan. Tidak hanya itu, pada saat saya ke kantornya tanyakan soal kendaraan saya sementara berdiskusi dengan Pak Gazali di depan teman-teman media beliau langsung ambil kalender dan melempar ke meja dan kena muka saya," beber Yoman.