Senin, 16 November 2020 07:30

Eva Bantah Politisasi PIP: Julianto Mappiley Asal Bunyi

Ilustrasi
Ilustrasi

Dalam penyaluran PIP dikenal dua jenis yaitu jalur reguler dan jalur aspirasi. Program PIP tidak mengenal namanya dana aspirasi. Hal ini perlu diluruskan agar yang selaku komentar dana aspirasi bisa paham.

TORUT, PEDOMANMEDIA - Anggota DPR RI Eva Stevany Rataba membantah telah mempolitisasi dana Program Indonesia Pintar (PIP) untuk kepentingan Pilkada Torut. Eva menyebut sorotan anggota DPRD Toraja Utara Julianto Mappiley terhadap dirinya menyesatkan.

"Bahwa program PIP disalahgunakan untuk kepentingan politik adalah pendapat yang sangat keliru dan menyesatkan dari seorang anggota dewaan. Harus anggota Dewan Toraja Utara tersebut bisa membedakan mana yang dimaksud dana aspirasi mana yang di sebut kegiatan bantuan jalur aspirasi," ujar Eva melalui kuasa hukumnya Jhody Pama'tan, dalam keterangan tertulis, Ahad kemarin.

Menurut Jhody, bantuan dan program PIP memang adalah program pemerintah pusat yang diperuntukkan bagi peserta didik yang miskin atau rentan miskin dengan kategori usia 6-21 tahun. Hal ini diatur berdasarkan Permendikbud No.10 Tahun 2020.

Baca Juga

Tujuan utamanya adalah memberikan kesempatan belajar dan perluasan akses belajar bagi peserta didik mulai tingkat SD- mahasiswa.

Bahwa adanya tudingan Julianto Mappiley yang mengatakan bahwa program PIP ( Program Indonesia Pintar) dipolitisasi oleh Eva Stefani Rataba, tudingan dan pernyataan tersebut sangat menyesatkan dan terkesan asbun atau asal bunyi. Harusnya anggota DPRD Torut tersebut mempelajari tentang Pemendikbud tersebut di atas baru komentar atau membuat tudingan.

"Karena rupanya dia tidak tahu bahwa dalam Program PIP tidak dikenal namanya dana aspirasi yang dikenal adalah jalur aspirasi. Bantuan bagi siswa-siswi di Toraja Utara sebanyak kurang lebih 23.000 adalah merupakan perjuangan jalur aspirasi dari Eva Stefani Rataba sebagai Anggota DPR-RI komisi X yang membidangi pendidikan, pemuda dan olaraga, kebudayaan dan UKM," jelasnya.

Dalam penyaluran PIP dikenal dua jenis yaitu jalur reguler dan jalur aspirasi. Program PIP tidak mengenal namanya dana aspirasi. Hal ini perlu diluruskan agar yang selaku komentar dana aspirasi bisa paham.

"Jalur reguler adalah jalur yang difasilitasi langsung oleh dinas pendidikan di seluruh kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Jalur ini berdasarkan dapodik ( data pokok pendidikan) yang dikerjakan oleh dinas pendidikan. Bahwa data dapodik siswa- siswi diperoleh dari data yang di ajukan oleh sekolah berdasarkan kriteria siswa-siswi yang miskin dan rentan miskin setelah itu di serahkan kepada dinas pendidikan dan di teruskan kepada kementerian pendidikan untuk di verifikasi," jelas Jhody.

Sedangkan jalur aspirasi adalah jalur yang difasilitasi oleh anggota DPR-RI Komisi X bekerja sama dengan pimpinan sekolah. Jalur aspirasi inilah yang ditempu oleh Eva Stefani Ratab dengan meminta data-data kepada sekolah dalam rangka untuk di perjuangkan agar siswa-siswi di Toraja Utara segera mendapatkan bantuan tersebut dari Kementerian Pendidikan.

"Bahwa siswa-siswi yang layak mendapatkan bantuan tersebut adalah merupakan data dari sekolah yang di kumpulkan dan di serahkan kepada Anggota DPR-RI Komisi X, untuk di perjuangkan di kementerian pendidikan. Dan hasilnya bahwa sekitar 23.000 siswa-siswi Toraja Utara mendapatkan bantuan tersebut," ujar Jhody.

Bantuan tersebut bervariasi jumlah dilihat dari tingkat pendidikannya. Bahwa bantuan tersebut ditranfer langsung oleh Kementerian Pendidikan kepada rekening bank yang dimiliki oleh siswa-siswi tersebut yang dibuatkan oleh sekolah berdasarkan bank yang di tunjuk oleh pemerintah pusat.

Jadi apa yang di tudingkan oleh Julianto Mappiley kepada Eva Stevany Rataba adalah suatu yang berupa fitnah dan tidak punya dasar. Bantuan PIP tersebut di cairkan langsung oleh siswa-siswi bersama orang tuanya di bank-bank yang di tunjuk oleh pemerintah.

Harusnya Anggota DPRD Toraja Utara tersebut banyak belajarlah dan banyak membaca regulasi agar lebih memahami tugas dan fungsinya sebagai anggota dewan supaya tidak asal bunyi alias asbun. Jika anggota Dewan tersebut ingin mempermasalakan dan katanya mau melaporkan ke KPK silakan saja dan buktikanlah kesalahannya. Jangan hanya koar-koar tapi tidak punya dasar," tukas Jhody.

Jika apa yang dituduhkan tidak terbukti dan salah sasaran maka kami sebagai kuasa hukum, Eva Stefany Rataba akan menempuh jalur hukum karena telah mencemarkan nama baik dan menfitnah Eva Stefany Rataba.

"Eva akan membela hak-haknya melalui jalur hukum karena selalu diserang melalui berita bohong dan menyesatkan," imbuhnya.

Penulis : Andarias Padaunan
Editor : Muh. Syakir
#Eva Stevany Rataba #Julianto Mappiley #Pilkada Torut #PIP
Berikan Komentar Anda