Selasa, 05 April 2022 15:56

Diduga Direncanakan, Keluarga Minta Polisi Ungkap Penembak Petugas Dishub Makassar

Kakak korban penembakan petugas Dishub Makassar memperlihatkan foto almarhum bersama keluarga. (Ist)
Kakak korban penembakan petugas Dishub Makassar memperlihatkan foto almarhum bersama keluarga. (Ist)

Pihak kepolisian melakukan auptosi, hasilnya ternyata korban tewas ditembak karena ditemukan proyektil peluru pada tubuh korban.

MAKASSAR, PEDOMANMEDIA - Keluarga Polisi Najamuddin Sewang, Petugas Dinas Per (Dishub) Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) yang menjadi korban dugaan hubungan orang tidak diminta meminta kepolisian mengungkap kasus tersebut.

Kakak korban, Juni Sewang mengatakan, bahwa, peristiwanya saudaranya itu membuat tak meninggal karena sebab Najamuddin Sewang meninggal dunia ditemukan peluru tembakan yang menembus paru-parunya.

"Jadi peluru itu tembus tidak tembus keluar, tapi dia lubangi paru-paru jadi kami pihak keluarga, dan saya secara pribadi, (polisi) segera menyelesaikan dan bertanggung jawab mengungkap pelaku," ujar Juni Sewang kepada wartawan, Senin (4/4/) 2022).

Baca Juga

Juni menyebut, jika sebutir peluru yang ditembakkan tersebut bahkan menembus kedua paru-paru adiknya. Sontak sang adik ini pun langsung meninggal dunia di lokasi kejadian.

"Bagaimana tidak parah, itu peluru tembus langsung ke paru-paru yang dia lubangi. Jadi kuat sekali penyebabnya adik saya meninggal di tempat," ungkap Juni.

Juni mengaku, jika kematian adiknya itu diketahui setelah belajar menerima informasi dari kepolisian yang melakukan autopsi di tubuh jenazah.

Hasilnya, di tubuh sang adik ditemukan sebuah proyektil peluru yang masih bersarang di bawah ketiak kiri korban.

"Hasil autopsi itu dari forensik Polda oleh tim Dokpol memang betul yang lubang itu memang proyektil dan dia berserang di bawah ketiak kiri adik saya," kata Juni.

Lebih jauh, Juni menambahkan dari hasil analisisnya sebagai orang awam bahwa  video CCTV yang diperoleh, adik bungsunya seperti dibuntuti orang tidak dikenal.

Kendati demikian, Juni pun menduga hal itu sepertinya sudah terencana. Bahkan saat korban meninggal di lokasi kejadian, sambung dia, tidak ada barang yang hilang di dalam tas selempangnya.

"Tidak ada yang hilang, tidak ada berkurang, ponsel dan barang lainnya utuh. Dia dari dinas mau pulang. Almarhum anak ke lima, anak bungsu," ujar Juni. Saat ditanyakan apakah ada permasalahan sebelum adiknya meninggal, menurut dia, tidak ada, baik di lingkungan keluarga maupun teman-temannya.

Hingga saat ini, kepolisian masih terus melakukan penyelidikan dengan mengumpulkan keterangan dan saksi guna pengungkapan kasus tersebut.

Diberitakan sebelumnya, seorang petugas Dishub Makassar Najamuddin Sewang terekam CCTV saat melintas di pertigaan Jalan Danau-Jalan Manunggal 22, Kecamatan Tamalate, Makassar, sekitar pukul 10.54 Wita, Minggu (3/4/2022). Terlihat korban tiba-tiba terjatuh tepat di pertigaan jalan hingga meninggal dunia.

Peristiwa meninggalnya korban awalnya dikira karena kasus kecelakaan murni. Namun belakangan pihak keluarga menemukan luka bocoran bekas tembakan pada bagian pinggang jenazah saat dibawa pulang ke rumah.

Saat pihak kepolisian melakukan uptosi, hasilnya ternyata korban tewas ditembak karena ditemukan proyektil peluru pada tubuh korban, tepatnya pada bagian ketiak sebelah kiri korban.

Penulis : Hasan
Editor : Amrin
#Penembakan Petugas Dishub Makassar #Polrestabes Makassar
Berikan Komentar Anda
Epaper
Cover Epaper
Populer