Amrin : Selasa, 05 April 2022 16:54
Foto ilustrasi azan. (Int)

TAWAU, PEDOMANMEDIA - Departemen Penyiaran Malaysia meminta maaf karena salah satu radio pemerintah menyiarkan azan magrib lebih cepat dari jadwal sehingga mencengangkan pendengar sedang kebingungan.

Direktur departemen tersebut, Zulkefli Mohd, merilis pernyataan maaf ini setelah Mohd Safwan Junit sebagai presenter radio milik pemerintah di Sabah, TAWAU fm, melakukan siaran pada Minggu (3/4/2022) lalu.

Azan seharusnya berkumandang pada 18.20, tapi Safwan menyiarkannya pada 18.14 waktu setempat. Sadar akan kesalahannya, Safwan akhirnya menyiarkan kembali azan pukul 18.20.

"Departemen Penyiaran Malaysia Sabah memandang masalah ini dengan serius dan akan memastikan siaran azan bakal diperhatikan dan diprioritaskan demi kepentingan umat Muslim," kata Zulkefli dalam pernyataan yang dikutip Malay Mail dilansir CNNIndonesia, Selasa (5/4/2022).

Sebagai penyiar, Mohd sendiri sudah lebih dulu merilis pernyataan maafnya melalui akun Facebook pribadinya tak lama setelah kejadian.

"Saya sebagai presenter acara 'Syoknya Hujung Minggu' bertanggung jawab atas kesalahan teknis yang membuat azan magrib dua kali, pertama pukul 18.16, dan kedua pukul 18.20 waktu setempat," kata Safwan.

"Azan seharusnya pukul 18.20 waktu setempat, dan saat itu dimainkan dan terdengar lebih, [membuat] warga Tawa secara sengaja tak sengaja membuat puasa mereka."

Meski demikian, insiden ini sudah terlanjur viral di media sosial. Beberapa warganet mengatakan bahwa sejumlah warga mempercepat puasa mereka setelah mendengar azan dari radio tersebut.

Mufti Sabah, Datuk Bungsu Aziz Jaafar, menilai orang yang memulai puasa mereka karena salah azan ini harus mengganti puasa mereka setelah Ramadhan.