MTQ Bulukumba Murni Gunakan Potensi Lokal
MTQ ini murni kita gunakan potensi lokal. Hakekatnya, seberapa besar kita gunakan pembinaan di tingkat kecamatan
BULUKUMBA, PEDOMANMEDIA - Bupati Bulukumba Muchtar Ali Yusuf membuka pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) ke-48 tingkat Kabupaten Bulukumba di Masjid Islamic Center Dato Tiro, Selasa 8 Maret 2022.
Tema MTQ yiatu mendorong akselerasi pembangunan peradaban modern, maju, mandiri dan sejahtera serta berakhlak mulia. Pada MTQ ini, murni menggunakan potensi lokal.
"MTQ ini murni kita gunakan potensi lokal. Hakekatnya, seberapa besar kita gunakan pembinaan di tingkat kecamatan," kata Ketua Harian LPTQ Bulukumba, HM Yunus.
Kepala Kantor Kemenag Bulukumba ini, menyebut sudah dua tahun terakhir tak ada pelaksanaan MTQ karena suasana penuh pertimbangan dengan keselamatan COVID-19.
"Alhamdulillah kerinduan akan alquran hari ini terjawab. Kerinduan akan kemukjizatan alquran, sehingga kita laksanakan MTQ" katanya.
Yunus mengungkapkan, pelaksanaan MTQ yang dimulai pada 8 hingga 11 Maret 2022 itu, sudah melewati proses seleksi di tingkat kecamatan.
"Kita harap pasca MTQ ini, kita akan melakukan pembinaan intens melalui karantina, sekaligus sebagai persiapan ke Bone nanti," ujarnya.
Sementara, Bupati Muchtar Ali Yusuf atau Andi Utta menyampaikan selamat atas penyelenggaraan MTQ ini, semoga niat dan upaya akan memberikan pencerahan kehidupan melalui syiar Islam, sehingga hidup lebih berarti dan lebih baik dari waktu ke waktu.
Untuk itu, bupati mengajak untuk memetik hikmah dan menjadikan kegiatan ini sebagai momentum untuk membangkitkan nilai-nilai agama sehingga tercurah berkah dan rahmat Allah SWT.
"MTQ hendaknya dimanfaatkan sebagai wadah untuk membangun kesadaran ummat dalam memahami, mendalami dan mengamalkan ajaran-ajaran agama. Dan kita harapkan momentum ini, tak sekedar seremonial belaka," kata Andi Utta.
Namun kata Andi Utta, MTQ ini adalah momentum pembinaan dalam rangka melahirkan generasi muda yang berakhlaqul karimah, generasi muda yang memiliki spirit keagamaan untuk membangun masyarakat yang lebih beradab.
"Mari kita jadikan spirit dan moral agama sebagai kekuatan untuk mengawal pembangunan, pelaksanaan pemerintahan san kehidupan kemasyarakatan," imbuhnya.
