Muh. Syakir : Kamis, 19 November 2020 07:09
Joko Widodo

JAKARTA, PEDOMANMEDIA - Uji klinis vaksin Corona memasuki tahap akhir dan diperkirakan awal 2021 vaksinasi massal bisa dilakukan. Lantas siapa yang pertama akan menjalani vaksinasi?

Pemerintah telah menetapkan kelompok kelompok yang akan divaksin di tahap awal. Mereka adalah kelompok rentan yang memiliki potensi interaksi tinggi dengan masyarakat.

Dalam keterangannya Rabu (18/11/2020) lewat kanal Youtube kepresidenan, Presiden Joko Widodo mengungkapkan, kelompok rentan yang akan menerima vaksin pertama adalah tenaga medis. Di antaranya adalah dokter, perawat serta paramedis.

"Kelompok ini didahulukan karena punya kerentangan tinggi dalam penyebaran Covid-19. Setelah itu masuk kelompok TNI/Polri, lalu ASN dan terutama guru," terang kepala negara.

Menurut Jokowi, guru juga mendapat prioritas karena akan dimulai proses belajar tatap muka pada 2021. Setelah itu vaksinasi massal akan dilakukan pada kelompok masyarakat umum.

Jokowi mengungkapkan, vaksin Corona akan selesai uji klinis tahap akhir pada Desember mendatang. Awal 2021 vaksin mulai dipasok ke Tanah Air.

Sementara itu vaksin Merah Putih buatan Indonesia siap memasuki tahap uji coba pada hewan. Jika fase ini sukses, tahun 2021 akan dilakukan uji klinis tahap tiga pada manusia.

"Setelah uji coba pada hewan, selanjutnya awal 2021 bibitnya akan diserahkan kepada Bio Farma. Paling telat Februari," jelas Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Bambang Brodjonegoro

Vaksin Merah Putih dikembangkan oleh Lembaga Biologi Molekular (LBM) Eijkman dan Universitas Indonesia (UI). Dua lembaga ini mencatat perkembangan paling cepat dari 6 lembaga lainnya yang melakukan riset.

Uji coba mereka kata Menristek telah mencapai fase uji pada hewan. Setelah itu akan dilanjutkan ke fase berikutnya yakni penyerahan bibit kepada PT Bio Farma (Persero) pada awal 2021.

Untuk memperkuat akurasi vaksin, pihaknya telah mengirim 114 whole genome sequencing (WGS) dari pasien positif Corona di Indonesia kepada GISAID. GISAID merupakan bank data virus influenza di dunia.

Setelah proses riset selesai, pihaknya akan memberikan bibit Vaksin Merah Putih kepada Bio Farma untuk dilakukan uji klinis kepada manusia dan selanjutnya diserahkan ke Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk proses registrasi.

Bambang memperkirakan Vaksin Merah Putih sudah bisa disuntikkan di triwulan tiga 2021. Ia mengatakan jika lolos registrasi WHO vaksin akan diproduksi dalam jumlah besar. Vaksinasi massal memungkinkan dilakukan akhir 2021.