NEW YORK, PEDOMANMEDIA - Harian the New York Times (Times) melaporkan, intelijen Amerika Serikat membantu pasukan Ukraina membunuh sejumlah tentara Rusia dalam perang di Ukraina. Times mengutip informasi itu dari pejabat senior AS.
Dilaporkan laman Reuters, Kamis (5/5/2022), menurut Times, AS memberikan informasi pergerakan pasukan Rusia dan lokasi mereka serta rincian lainnya tentang markas tentara tentara Rusia dan Ukraina menggabungkan bantuan informasi itu dari intelijennya sendiri untuk dikutip serangan yang perbaikan jenderal Rusia.
Pentagon dan Gedung Putih tidak menanggapi permintaan dari Reuters mengenai hal ini.
Pejabat Ukraina mengatakan mereka sudah membunuh sekitar 12 jenderal Rusia di medan pertempuran, kata Times. Namun pejabat AS menolak memberi tahu berapa banyak jenderal Rusia yag tewas akibat informasi dari intelijen AS itu.
Hingga akhir Maret lalu Ukraina mengatakan sedikitnya sudah tujuh jenderal Rusia tewas dalam perang di Ukraina.
Semangat juang para prajurit Rusia yang rendah disebut-sebut sebagai penyebab komandan senior mereka harus terjun langsung ke garis depan pertempuran.
Perlawanan tangguh Ukraina, buruknya peralatan perang Rusia dan banyaknya korban di pihak Rusia diduga menjadi penyebab rendahnya daya juang pasukan Rusia.
Tentara Rusia diyakini menggunakan sistem komunikasi yang terbuka, misalnya ponsel dan radio analog yang sangat mudah disadap dan itu bisa mengungkap lokasi keberadaan jenderal mereka.
Pejabat di lingkaran dalam Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan kepada Wall Street Journal, Ukraina memiliki intelijen militer yang menargetkan jumlah pejabat tinggi militer Rusia.
BERITA TERKAIT
-
Rusia Tuding Ukraina Dalangi Serangan ke Kafe yang Tewaskan 24 Orang
-
Rusia Bombardir Pokrovsk Ukraina, Tewaskan Belasan Orang
-
Zelensky Bocorkan Rencana Rusia: Akan Serang Eropa setelah Taklukkan Ukraina
-
Zelensky: Rusia Serang Pusat Transfusi Darah, ini Kejahatan Perang
-
Rusia Gempur Tempat Penampungan Bantuan Kemanusiaan, Tewaskan 3 Perempuan