MOSKOW, PEDOMANMEDIA - Keterlibatan Barat dalam konflik militer antara Rusia dan Ukraina tidak bisa diambil dari campur tangan negara-negara Barat.
Sekretaris Dewan Keamanan Rusia, Nikolay Patrushev bahkan mengatakan Barat telah menggunakan Ukraina sebagai dalih untuk "perang yang dideklarasikan" melawan Moskow, dan menempatkan Rusia pada posisi di mana ia harus melindungi negaranya sendiri.
Berbicara pada pertemuan tatap muka Dewan Keamanan, Selasa (17/5/2022) waktu setempat, Patrushev mengatakan bahwa krisis geopolitik yang terjadi sebelumnya saat ini disebabkan oleh masalah keamanan global dan sistem internasional yang dipimpin oleh Barat.
Dia berpendapat bahwa alih-alih terlibat dalam dialog konstruktif dengan Moskow, AS dan mereka melakukan ekspansi militer-politik ke Rusia, membangun dukungan untuk otoritas Ukraina, dan mendorong Kiev untuk melakukan aksi kekerasan skala besar di timur. Ukraina.
"Tujuan utama Barat adalah menciptakan kondisi untuk pembentukan rezim yang dikendalikan Barat di Rusia, seperti yang sudah diuji di Ukraina dan sejumlah negara lain," kata Patrushev, seperti dikutip dari RTz dilansir RMOL , Rabu (18/5/2022).
Patrushev berpandangan kebijakan sanksi saat ini dan kampanye anti-Rusia global yang diluncurkan oleh Amerika dan jaringan mereka, secara meyakinkan membuktikan bahwa Ukraina telah menjadi dalih untuk mengumumkan perang yang tidak diumumkan melawan Rusia.
Sekretaris Dewan Keamanan Rusia juga mengklaim bahwa 'agresi' Moskow memiliki dimensi ideologis.
“Situasi di sekitar operasi militer khusus Rusia di Ukraina menunjukkan bahwa neoliberalisme kolektif Barat berubah di depan mata kita menjadi ideologi fasisme neoliberal, yang terutama ditujukan untuk memberantas dunia Rusia,” katanya.
BERITA TERKAIT
-
Bantu Ukraina, AS Pasok Bom Cluster yang Dilarang di 120 Negara
-
Rusia Terbitkan UU Baru: Tolak Wajib Militer akan Jadi Buronan, Aset-aset Disita
-
Putin Ajak Presiden Kuba Perangi AS: Itu Musuh Bersama
-
Lagi AS Beri Bantuan Militer ke Ukraina, Nilainya Rp44 Triliun
-
Ukraina Bantah Terlibat Bom Mobil yang Tewaskan Pakar Propaganda Rusia