MAKASSAR, PEDOMANMEDIA - Ratusan Pekerja Brigade Taman Kota Makassar mempertanyakan nasib mereka setelah setahun lebih dirumahkan. Mereka menilai, sikap pemerintah kota terkesan cuci tangan.
Koordinator Brigade Taman Kota Makassar, Ruri Mustikawati mengatakan, para pekerja taman melakukan aksi untuk meminta kejelasan terkait status setelah hampir setengah tahun dirumahkan oleh Pemerintah Kota Makassar melalui DLH. Selama itu mereka tak menerima tunjangan apapun.
"Kami meminta pertanggungjawaban karena sudah beberapa bulan kami dirumahkan dan sampai saat ini tidak ada kejelasan Brigade Taman untuk bekerja kembali," ujar Ruri dalam aksi ke Kantor DLH Makassar kemarin.
Lebih lanjut, Ruri menjelaskan, selama dirumahkan para pekerja Brigade Taman tidak mendapatkan tunjangan apapun dari Pemerintah Kota Makassar. Ruri menyebut, para pekerja merasa telah disia-siakan.
"Termasuk soal gaji. Kan ada tunjangan operasional dan gaji pokok. Dan selama kami dirumahkan mestinya kami diberikan operasional. Kan bukan kami tidak mau kerja, kami justru mau kerja tapi dirumahkan," tegas Ruri.
Kata dia, selama ini Dinas Lingkungan Hidup tidak terlalu merespons sikap protes dari Brigade Taman. Kepala Dinas tidak pernah bersedia menemui mereka setiap kali diajak berdialog.
Kata Ruri, hal ini justru makin membuat status Brigade Taman makin tidak jelas. Seolah olah sebut Ruri, mereka memang sengaja ditelantarkan sampai akhirnya nanti statusnya sebagai pekerja diputus.
"Kelihatannya kami ini memang mau diputus begitu saja. Karena sudah tidak ada kepedulian pemkot," ucapnya.
Sudah Bertemu Wali Kota
Ruri membeberkan bahwa dirinya sempat bertemu Wali Kota Makassar Moh. Ramdhan Pomanto untuk kejelasan nasib para pekerja taman. Bahkan, kata dia, Wali Kota Makassar sudah memberikan respons untuk 344 Brigade Taman mengikuti seleksi 'Laskar Pelangi' agar bisa melanjutkan pekerjaannya.
"Kami sudah ikuti arahan Pak Wali untuk ikut seleksi Laskar Pelangi tapi kok sampe sekarang tidak ada status jelas. Dan Kami akan terus melakukan protes sampai ada kejelasan dan dipekerjakan kembali," keluh Ruri.
Puluhan pekerja Brigade Taman lainnya juga menyuarakan hal yang sama. Mereka meminta wali kota bertanggung jawab.
"Apa ji, Pak Wali. Kalau begini terus tidak ada kejelasan mau bagaimana kami ini. Kami butuh kejelasan bukan janji janji kodong," ucap salah seorang pekerja Brigade Taman.
BERITA TERKAIT
-
Appi Luncurkan Makassar Move Lontara+: Rutin Olah Raga Bisa Dapat Hadiah
-
Appi: Makassar Half Marathon 2026 Harus Memberi Dampak Simultan bagi Ekonomi
-
Matangkan RKPD 2027, Pemkot Makassar Fokus Optimalkan Infrastruktur-Layanan Dasar
-
Wali Kota-Wawali Makassar Appi-Aliyah Salat Idul Adha di Lapangan Karebosi
-
Pasar Tumpah Jalan Veteran Utara Makassar Direlokasi: Puluhan Tahun jadi Biang Macet