Sabtu, 21 November 2020 22:37

Pengamat Soal Program 3,5 Tahun Ombas-Dedy: Lebih Riil, Sentuh Akar Rumput

Pasangan Ombas-Dedy saat tampil di debat paslon Pilkada Torut, Sabtu (21/11/2020).
Pasangan Ombas-Dedy saat tampil di debat paslon Pilkada Torut, Sabtu (21/11/2020).

Ombas memiliki karakter kepemimpinan yang kuat dan merepresentasi rakyat Torut. Ombas menunjukkan kerendahan hati di debat tadi. Ia juga terlihat sangat memahami persoalan di akar rumput.

MAKASSAR, PEDOMANMEDIA - Pasangan Yohanis Bassang-Frederik V Palimbong (Ombas-Dedy) tampil dengan penguasaan materi lebih lugas pada debat putaran pertama Pilkada Torut, di Hotel Four Point by Sheraton Makassar, Sabtu (21/11/2020). Program jangka pendek pasangan ini dinilai lebih rasional.

"Pasangan Ombas-Dedy punya program jangka pendek yang lebih lugas. Dalam 3,5 tahun ke depan programnya dipaparkan sangat rasional. Pemaparannya juga sedehana. Ini mewakili karakter orang Torut," ujar Dr Esther Ryan Megah Mandalawati, pengamat politik, perempuan, dan anak seusai menyaksikan debat sore tadi.

Menurut Esther, Ombas memiliki karakter kepemimpinan yang kuat dan merepresentasi rakyat Torut. Ombas menunjukkan kerendahan hati di debat tadi. Ia juga terlihat sangat memahami persoalan di akar rumput.

Baca Juga

"Sehingga dia mampu merencanakan program sesuai kebutuhan masyarakat. Dan apa yang disampaikan soal gagasan jangka pendek 3,5 tahun itu menyentuh semua sektor," paparnya.

Esther menjelaskan, Ombas tampil lebih natural. Tidak terlihat ada kepura-puraan dan rekayasa dalam menyampaikan gagasan.

"Ombas-Dedy ini nampak betul sebagai kombinasi pas. Keduanya tampil seimbang dan mengisi satu sama lain," ujarnya.

Kata Esther, Ombas dengan gaya bahasa sederhana menunjukkan dia seorang yang bisa diterima di semua strata publik. Komunikasi politiknya mudah dicerna siapa saja. Sementara Dedy, mampu mengimbangi dengan memahami banyak persoalan.

Esther mengatakan, pemimpin seperti inilah yang diharapkan. Pemimpin yang memahami kebutuhan publik.

Sementara itu menanggapi penampilan pasangan petahana nomor urut 03 Kalatiku Paembonan-Etha Rimba Tandi Payung (Kala'-Etha), Esther mengatakan, Kalatiku tidak tampil jujur. Ia tak membuka secara gamblang yang telah ia capai dan apa yang belum.

"Jadi petahana justru kelihatan tidak maksimal. Padahal publik menunggu dia terbuka soal kinerjanya. Di sini bedanya dengan Ombas-Dedy yang tampil terbuka apa adanya," katanya.

Esther justru mengkritisi diksi yang disampaikan Kalatiku soal Torut yang harus banyak belajar. Menurutnya, Kala keliru dengan diksi itu. Karena Torut sudah punya pendidikan karakter dan mentalitas yang mengakar.

"Jadi jangan seolah olah Torut ini dianggap baru belajar. Tidak. Kita punya pendidikan karakter. Kita punya sifat sifat yang mengedapankan adab Toraja," katanya.

Karena itu kata Esther, jika mau pemimpin di Torut jangan datang bawa mimpi. Tapi harus memahami bahwa rakyat butuh kerja cepat.

"Kita butuh bukti nyata. Jangan obral janji," katanya.

Esther menilai, dari tiga pasangan calon, pasangan nomor urut 2 Ombas-Dedy, tampil paling elegan. Secara psikologi, Ombas-Dedy terlihat paling siap.

"Ombas menunjukkan bahwa dia benar-benar punya kemampuan pemerintahan. Itu wajar karena dia birokrat yang pernah mengabdi di tanah yang keras. Papua. Saya kira itu juga alasanya mengapa Demokrat mengusung Ombas-Dedy. Karena dia tahu Ombas akan memberi pembelajaran dan membangun Torut dengan kekeluargaan. Bukan pakai tengan besi," imbuhnya.

Editor : Muh. Syakir
#Ombas-Dedy #Pilkada Torut #Debat Kandidat
Berikan Komentar Anda