Muh. Syakir : Selasa, 14 Juni 2022 21:21

JAKARTA, PEDOMANMEDIA - Politisi PDIP Hendrawan Supratikno menyebut ada lima menteri masuk dalam zona reshuffle. Mentan Syahrul Yasin Limpo termasuk salah satu yang diisukan terdepak dari kabinet.

"Ada lima menteri kurang lebih. Tapi kita tunggu Presiden. Kemungkinan ini reshuffle terakhir," terang Hendrawan Supratikno, Selasa (14/6/2022).

Menurut Hendrawan, soal jumlah akan sangat bergantung pada kebijakan Presiden. Bisa lebih dari lima orang. Namun juga bisa kurang.

Menurutnya, reshuffle mendatang akan menjadi yang terakhir sebelum Jokowi habis masa periode. Karenanya, kemungkinan akan lebih banyak diisi oleh klaster profesional.

Hendrawan menilai nama-nama yang nantinya ditunjuk untuk masuk kabinet harus menjadi tim yang revolusioner. Mereka akan dipilih untuk mengisi slot agar program Presiden bisa tuntas hingga 2024.

"Yang dipilih harus benar-benar winning team yang revolusioner, yang mampu bersama-sama meninggalkan warisan atau legacy yang sesuai dengan cita-cita Indonesia merdeka," kata dia.

Hendrawan menekankan pertaruhan saat ini ialah nasib bangsa dan negara, bukan sekadar persoalan kalkulasi kekuasaan.

"Pertaruhan kita sekarang ini nasib negara bangsa. Bukan kalkulasi kekuasaan semata. Tanpa revolusi mental dan reformasi struktural, kita hanya melahirkan kebiasaan melembagakan kepura-puraan," imbuhnya.

Berdasarkan informasi yang dikutip detikcom, ada lima kursi menteri yang bakal berganti kepemilikan. Lima kementerian yang menterinya bakal digeser ini ada di bidang ekonomi, yaitu Menteri BUMN, Menteri ATR/BPN, Menteri Perdagangan, Menteri Pertanian, dan Menteri Perhubungan.

Beredar juga informasi masuknya mantan Menparekraf Wishnutama ke kabinet Jokowi. Belum diketahui apakah Wishnutama kembali menjadi menteri atau mengisi satu dari 10 kursi wamen yang masih kosong.

Isu soal lima kursi yang digeser Jokowi juga terdengar sayup-sayup di kalangan politikus partai pendukung pemerintahan saat ini. Namun belum ada yang mau bicara terbuka soal waktu dan jumlah pasti menteri yang kena reshuffle.