Varian BA.4-BA-5 Ngamuk, Hari ini Tembus 1.200 Kasus
Melihat trennya, kemungkinan tidak akan separah Delta. Sampai saat ini masih cukup terkendali.
JAKARTA, PEDOMANMEDIA - Subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 menembus 1.200 kasus Rabu hari ini (15/6/2022). Angka ini menjadi yang tertinggi sejak 15 April 2022.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, peta penyebaran subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 akan memuncak Juli nanti. Namun ia yakin takkan separah gelombang Delta.
"Melihat trennya, kemungkinan tidak akan separah Delta. Sampai saat ini masih cukup terkendali," jelas Menkes Budi.
Hanya saja kata Budi, masyarakat tetap harus mewaspadai penyebaran varian baru ini. Terutama dalam menekan mobilitas dan tetap menerapkan disiplin prokes.
Juru bicara Kementerian Kesehatan RI Mohammad Syahri juga memaparkan hal yang serupa. Menurutnya, prediksi puncaknya akan tiba pada pertengahan Juli mendatang.
"Subvarian baru ini lebih ringan gejalanya yang timbul berdasarkan laporan dari negara-negara yang sudah melaporkan. Kenaikan kasus bisa terjadi seperti prediksi Bapak Menteri Kesehatan mungkin di pertengahan Juli," ujarnya dalam siaran langsung agenda daring, Rabu (15/6).
Meskipun demikian, ia menyebut masyarakat tidak perlu panik menyikapi kenaikan kasus COVID-19 kali ini. Pasalnya bercermin pada pengalaman sebelumnya, Indonesia sudah pernah melalui gelombang COVID-19 varian Delta dan Omicron. Hal terpenting adalah tetap menerapkan protokol kesehatan dan segera mendapatkan vaksinasi COVID-19.
"Kita akan antisipasi dan tidak terlalu panik, karena kita punya pengalaman di lonjakan Delta dan lonjakan Omicron itu naik semua. Apalagi sekarang kita jauh lebih ringan gejalanya, jadi nanti masyarakat tidak perlu panik, tidak perlu bingung, tidak usah galau, tidak usah cemas," beber Syahril.
"Kenaikan itu bisa terjadi karena mutasi virus ini bisa menyebabkan kenaikan kasus, cuma kita bisa melakukan mitigasi risiko yang terjadi," pungkasnya.
