Rabu, 25 November 2020 10:44

Pilkada Torut

Merasa Paling Pintar, Warga Juluki Etha Rimba To Be'ke'

Julukan tersebut setelah video Etha Rimba mendadak viral dan ramai jadi buah bibir masyarakat Toraja. Etha dalam video tersebut merasa paling pintar dari lawan politiknya karena gelar pendidikan tinggi yang dimiliki. Padahal lawan politiknya juga bergelar master (S2) sama seperti Etha.

TORUT, PEDOMANMEDIA - Etha Rimba Tandi Payung yang berpasangan dengan Kalatiku Paembonan di Pilkada Toraja Utara mendadak jadi buah bibir masyarakat setelah video kampanyenya beredar luas. Dalam video tersebut, Etha menjelekkan lawan politiknya dengan membandingkan gelar pendidikan yang dimiliki.

"Yatu aku to dattoro na' MBA, S2. Yatu Pak Bupati doktor. Yatu disanga doktor S3, sidi' mo na profesor. Tiro mi tu calon 01 sola 02, den raka doktorna? Minda tu manarang?," pernyataan Etha dalam video menggunakan bahasa Toraja yang artinya: "Saya ini dokter gelar MBA, S2. Kalau Pak Bupati gelarnya doktor. Doktor itu S3, sedikit lagi jadi professor. Lihat itu calon 01 sama 02, adakah dokternya? Jadi siapa yang pintar?"

Etha Rimba Tandi Payung (INT.)

Baca Juga

Menanggapi hal tersebut, Marthen salah satu warga Toraja Utara menjuluki Etha Rimba "To Be'ke'" (orang sombong).

"Bukan manarang (pintar) namanya itu, tapi To Be'ke'. Pegetahuan dari mana itu hanya mengukur diri dari gelar pendidikan lantas merasa dirinya paling pintar? Jangan hanya karena punya gelar dan kemampuan berbahasa inggris saja baru dia sudah sombong merasa orang paling pintar di dunia," sindir dia, Rabu (25/11/2020).

Marthen mengingatkan istri Henry Pailan Tandi Payung itu agar sadar diri dan tidak menjatuhkan orang lain hanya demi nafsu kekuasaan yang dikejarnya.

"Yang lucu itu dia merasa dirinya orang paling pintar, tapi kalau disimak pernyataannya soal Kalatiku yang sudah bergelar doktor atau S3 dia bilang sedikit lagi jadi profesor. Itu yang keliru karena profesor itu diraih jika ada penemuan ilmiah seseorang. Beda kalau sarjana atau S1 kalau mau lanjut program magister atau S2 itu benar. Kemudian biar sarjana kalau ada penemuan, orang bisa meraih gelar profesor," jelasnya.

Warga lain, Sampe berpesan kepada Etha Rimba untuk tidak mengulangi pernyataan blunder seperti itu.

Ia juga curiga dengan Etha yang diduga tidak lancar bahasa Toraja dan tominaa.

"Karena setiap kampanye saya lihat hanya lancar bilang ambeku indoku. Kemudian Etha suka sekali pakai bahasa inggris, kan kasihan warga tidak tahu bahasa inggris tapi dia ngomong begitu. Padahal masyarakat Toraja lebih senang kalau kita pakai bahasa Toraya," katanya.

Tak hanya itu, Sampe juga menyarankan Etha Rimba agar sebagai orang Toraja supaya kinawa (bijaksana) dalam bertutur kata.

"Kalau dijuluki To Kinawa kan itu bagus karena kalau kinawa sudah pasti pintar. Tapi kalau dijuluki To Be'ke' itu persepsi orang sangat buruk terhadap sifat orang begitu. Dan To Be'Ke' itu karakternya memang selalu angkuh dan merasa diri paling pintar alias sok pintar," pungkasnya.

Editor : Redaksi
#Pilkada Torut #Etha Rimba Tandi Payung #To Be'ke'
Berikan Komentar Anda