Sakti Raja : Selasa, 28 Juni 2022 18:58
Rapat kerja Komisi E DPRD Sulsel terkait pembahasan Ranperda pertanggung jawaban pelaksanaan APBD 2021, Selasa (28/6/2022).

MAKASSAR, PEDOMANMEDIA - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulsel menyoroti kerja Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Sulsel. Itu terkait pelaksanaan proyek yang dilakukan PUTR tidak spesifik dalam kualifikasi.

“Tadi kita rapat kerja dari beberapa dinas yang bermitra dengan komisi D salah satunya itu dengan Dinas PUTR," kata Anggota Komisi D DPRD Sulsel Vonny Ameliani saat rapat kerja pembahasan Ranperda pertanggung jawaban pelaksanaan APBD 2021, Selasa (28/6/2022).

Lebih lanjut, Vonny menekankan, jika pihaknya (komisi D) akan melakukan pengawasan dengan maksimal mulai dari awal hingga akhir semua pekerjaan di PUTR.

"Jadi kalau ada pekerjaan mau ditenderkan mohon di spesifik kualifikasinya lebih dulu sehingga nantinya yang menang tender itu bukanlah dalam tanda kutip perusahaan abal-abal,” sindir Vonny.

Vonny pun menegaskan hal ini berdasarkan adanya temuan DPRD Sulsel di lapangan tidak rampung pekerhaan akibat pemilihan kontraktor yang tidak tepat.

“Ada beberapa pekerjaan di beberapa kabupaten ternyata tidak selesai pekerjaannya. Makanya kami menilai kontraktor yang terpilih melakukan pekerjaan tidak siap secara dana, alat, dan sebagainya. Sehingga pekerjaan tersebut tidak tuntas dan pasti ini menjadi persoalan,” ucapnya.

Ia juga menekankan agar pengerjaan bebeapa proyek segera dirampungkan karena sudah masuk musim prnghujan yang mengakibakan proyek terhambat.

“Inikan sudah akhir Juni, yang kita takutkan malah nantinya kalau terlambat sudah masuk musim penghujan itu akan beresiko untuk kontraktor pelaksana nanti itu yang kita tekankan sama Ibu Kadis,” pungkasnya.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa Pemprov Sulsel, Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Penelitian Pengembangan Daerah Provinsi Sulsel/ serta Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang.