Muh. Syakir : Kamis, 30 Juni 2022 17:15
Sri Mulyani Indrawati

JAKARTA, PEDOMANMEDIA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengakui subsidi bahan bakar minyak salah sasaran. Subsidi lebih banyak dinikmati orang-orang mampu ketimbang masyarakat miskin.

"Ya itu memang terjadi. Subsidi lebih banyak dinikmati orang-orang mampu," terang Sri Mulyani, Kamis (30/6/2022).

Karena itu skema subsidi BBM akan diperketat. Terutama subsidi BBM untuk mencegah penyaluran pada kelompok yang tidak seharusnya menikmati subsidi.

Saat ini subsidi BBM dan LPG membengkak menjadi Rp520 triliun dari sebelumnya Rp443 triliun. Artinya ada kenaikan hampir Rp100 triliun.

Menurut Sri Mulyani, angka ini terlalu besar. Ia menjelaskan pemerintah berupaya untuk menyeimbangkan subsidi listrik, BBM, dan LPG.

Sri Mulyani mengungkapkan jika menggunakan skema subsidi barang maka yang mengonsumsi lebih banyak orang kaya dibandingkan kelompok yang tidak mampu. Jika mau melakukan perubahan maka harus berhati-hati, terlebih lagi ancaman inflasi bisa menggerus daya beli masyarakat dan ketahanan APBN.

Selanjutnya, dia menyebutkan tambahan anggaran menjadi Rp 520 triliun cukup memadai untuk subsidi energi.

"Harga minyak naik turun dan membahas dengan Banggar dengan asumsi US$ 100 per barel, harga minyak sekarang US$ 120. Jadi pada kuartal di akhir tahun BPKP akan melakukan audit, jadi nanti lebih atau kurang anggarannya masuk ke 2023," jelas dia.

Sri Mulyani juga menyoroti tingginya harga minyak dunia. Ia mengatakan, kondisi ini menjadi perhatian karena akan sangat berdampak pada ekonomi nasional.