BONE, PEDOMANMEDIA - Hama dan penyakit busuk batang saat ini menyerang tanaman jagung milik petani di Desa Tea Musu, Kecamatan Ulaweng, Bone. Petani berusaha melakukan penanganan agar hama tak berdampak luas.
Asru, petani setempat mengatakan, pada musim tanam ini penyakit busuk batang menyerang tenaman jagung milik keluarganya dan sejumlah tanaman jagung milik petani lainnya. Petani tengah berupaya melakukan langkah pencegahan dan mengatasi busuk batang, agar tidak berdampak luas.
"Tanaman jagung diserang hama atau penyakit busuk batang. Musim tanam lalu juga jagung saya diserang busuk batang. Konsultasi dan upaya telah saya lakukan agar tidak terlalu berdampak," ungkapnya dengan bahasa bugis, Rabu (13/7/2022) malam.
Ia menjelaskan, tanaman jagung yang terserang busuk batang memang tidak langsung tumbang ke tanah. Berbagai tanda- tanda sebagai gejala terserang penyakit batang pun bermacam-macam.
Di antaranya, awalnya batang berwarna coklat. Lama-kelamaan mengering daunnya atau bahkan tumbang.
Hal senada disampaikan petani lainnya, Ruslan Adi. Ia mengatakan, penyakit busuk batang menyerang tanaman jagung petani, baik di lahan lembab di persawahan atau lahan kering di pegunungan. Begitupun tingkat pemeliharaan tidak selalu menjamin aman dari serangan hama batang.
"Kita lihat jagungnya petani yang rutin pelihara tanaman jagungnnya, tapi juga tetap diserang penyakit busuk batang. Kita jadi bingung, apa sebenarnya penyebab dan yang bisa mesti dilakukan agar menjadi solusi tidak terserang hama batang," ungkapnya.
Sementara itu, sejumlah petani menduga serangan penyakit busuk batang pada jagung dipengaruhi oleh musim yang kian tidak menentu sejak beberapa tahun terakhir ini. Apalagi akhir-akhir ini, intensitas hujan cukup tinggi di wilayah ini.
Petani berharap pihak terkait dapat turun membantu petani dalam mencegah atau mengatasi berbagai hama dan penyakit jagung termasuk busuk batang. Agar pada musim tanam berikutnya dapat terhindar dari berbagai hama dan mendapat hasil panen yang melimpah dengan harga jual yang sesuai harapan.