Kamis, 26 November 2020 18:48

Lagi, Warga ke Etha Rimba: Mulutmu Adalah Harimaumu

Etha Rimba Tandi Payung (IST)
Etha Rimba Tandi Payung (IST)

Etha Rimba masih terus disoroti dan menjadi buah bibir di tengah masyarakat Toraja soal perkataannya yang merasa diri paling pintar dengan gelar pendidikannya. Istri Henry Pailan Tandi Payung itu merasa lebih pintar dari lawan politiknya yang tidak punya gelar doktor dan dokter.

TORUT, PEDOMANMEDIA - Perkataan Calon Wakil Bupati Toraja Utara Etha Rimba Tandi Payung yang merasa dirinya paling pintar, masih melekat di telinga masyarakat.

Karena perkataan yang keluar dari mulut tidak dapat ditarik kembali. Sampai sekarang warga masih terus menyoroti istri Henry Pailan Tandi Payung itu.

"Mulutmu adalah Harimaumu, peribahasa itu sangat tepat bagi Etha Rimba yang merasa diri paling pintar, dan orang lain dia jelekkan dikira bodoh?," ujar tokoh masyarakat Toraja Utara, Pong Datu, Kamis (26/11/2020).

Baca Juga

Pong Datu mengatakan, seseorang bisa celaka karena ucapannya, sehingga sebaiknya kita berhati-hati dalam menyampaikan pesan.

"Etha akan malu sekali nanti itu, apalagi kalau tidak terpilih bisa-bisa dia tidak injak lagi Toraja karena pasti malu setelah sadar bahwa perkataannya itu sudah menyinggung dan melukai hati orang Toraja. Saya pernah dengar katanya ditolak warga saat datang kampanye, warga bilang untuk apa datang kesini na to bagakan (kami orang bodoh) tapi anak-anak kami disini sudah banyak juga yang sarjana bahkan sudah ada juga doktor dan profesornya," kata Pong Datu menirukan cerita warga yang menolak kedatangan Etha Rimba.

Menurut Pong Datu, perkataan Etha Rimba yang merasa diri paling pintar menunjukkan kualitas dirinya yang penuh dengan keangkuhan.

"Merasa pintar dengan pintar itu beda. Etha Rimba ini orangnya hanya merasa diri pintar, belum tentu dia pintar betul, mungkin dia hanya pintar bahasa inggris saja. Tapi jadi bahan tertawaan saja kalau di kampung baru dia pakai bahasa inggris," sindirnya.

Pong Datu berpesan kepada Etha Rimba agar bersikap ibarat padi yang semakin berisi tapi semakin menunduk.

"Jangan seperti tong kosong nyaring bunyinya. Karena jangan salah masyarakat Toraja sudah pintar semua. Jadi tidak perlu kita pamer diri, karena sifat seperti itu tidak akan mendapat simpati dari masyarakat," pesan dia.

Pong Datu juga menyoroti perkataan Etha Rimba yang berbanding terbalik dengan Wakil Ketua BPS Gereja Toraja Pdt. Alfred Anggui soal politik uang.

Dalam diskusi politik belum lama ini, Pdt. Alfred Anggui mengharamkan untuk mengambil sogokan (politik uang), menurutnya uang itu tidak berkah. Sementara Etha Rimba saat berkampanye justru mengajak masyarakat untuk mengambil dan berterimah kasih jika ada tim sukses dari calon yang datang membeli suara.

Sebelumnya, Marthen yang juga warga Toraja Utara menjuluki Etha Rimba "To Be'ke'" (orang sombong).

"Yang lucu itu dia merasa dirinya orang paling pintar, tapi kalau disimak pernyataannya soal Kalatiku yang sudah bergelar doktor atau S3 dia bilang sedikit lagi jadi profesor. Itu yang keliru karena profesor itu diraih jika ada penemuan ilmiah sesorang. Beda kalau sarjana atau S1 kalau mau lanjut program magister atau S2 itu benar. Kemudian biar sarjana kalau ada penemuan, orang bisa meraih gelar profesor," jelasnya.

Warga lain, Sampe berpesan kepada Etha Rimba untuk tidak mengulangi pernyataan blunder seperti itu.

Untuk diketahui, belum lama ini Etha Rimba Tandi Payung yang berpasangan dengan Kalatiku Paembonan di Pilkada Toraja Utara mendadak jadi buah bibir setelah video kampanyenya beredar luas.

Dalam video tersebut, Etha menjelekkan lawan politiknya dengan membandingkan gelar pendidikan yang dimiliki.

"Yatu aku to dattoro na' MBA, S2. Yatu Pak Bupati doktor. Yatu disanga doktor S3, sidi' mo na profesor. Tiro mi tu calon 01 sola 02, den raka doktorna? Minda tu manarang?," pernyataan Etha dalam video menggunakan bahasa Toraja yang artinya: "Saya ini dokter gelar MBA, S2. Kalau Pak Bupati gelarnya doktor. Doktor itu S3, sedikit lagi jadi professor. Lihat itu calon 01 sama 02, adakah dokternya? Jadi siapa yang pintar?"

Editor : Redaksi
#Etha Rimba Tandi Payung #Mulutmu Adalah Harimaumu #Pilkada Torut
Berikan Komentar Anda