Sabtu, 13 Agustus 2022 11:52

Gerindra-PKB Koalisi, Duet Prabowo-Muhaimin di Pilpres Berat

Prabowo Subianto
Prabowo Subianto

Siapa yang bakal menjadi capres dan cawapres antara Prabowo dan Muhaimin Iskandar bisa dinegosiasikan antara Partai Gerindra dan PKB.

JAKARTA, PEDOMANMEDIA - Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) selangkah lagi menyepakati koalisi dengan Partai Gerindra. Koalisi dua parpol ini dipandang sulit memuluskan duet Prabowo-Muhaimin di Pilpres 2024.

"Saya kira untuk duet Prabowo-Muhaimin berat. Tapi kalau salah satunya didorong capres ya memungkinkan," ujar Juanda H Alim, pengamat politik, Sabtu (13/8/2022).

Menurut Juanda, dari semua perspektif politik, kombinasi ini tak begitu kuat. Meski secara personal Prabowo selalu ada di 3 besar capres dengan elektabilitas teratas.

Baca Juga

"Tapi ketika dipasangkan dengan Muhaimin ada resistensinya. Di kalangan warga nahdliyin pun ini akan terbelah," katanya. 

Juanda juga tidak yakin Gerindra maupun PKB mau memaksakan duet Prabowo-Cak Imin. Sebab hitung hitugan resistensi tadi. Kata Juanda, Cak Imin akan menggerus beberapa kantong suara riil Prabowo. 

"Ada pemilih Prabowo yang tidak beririsan dengan Cak Imin. Ini tentu jadi hitungan Gerindra. Kalau dipaksakan bisa tergerus," imbuh Juanda. 

Wakil Ketua Umum PKB Jazilul Fawaid menyebut soal pencapresan tak akan keluar dari nama ketua umum kedua partai politik (parpol) tersebut. Ia yakin dua nama itu sisa menunggu waktu.

“Yang jelas kalau calon dari PKB dan Gerindra tidak akan keluar dari dua nama itu, Gus Muhaimin dan Pak Prabowo,” kata Jazilul dalam keterangannya, Sabtu (13/8/2022).

Ia mengatakan meski Prabowo telah mendeklarasikan diri sebagai capres Partai Gerindra dan hasil muktamar PKB 2019 memutuskan untuk mengusung Muhaimin, namun penentuan capres dari koalisi belum dilakukan.

Jazilul menambahkan penentuan pasangan calon (paslon) capres-cawapres untuk Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 akan dideklarasikan pada kesempatan selanjutnya.

“Kita tidak akan tergesa-gesa. Masih ada waktu 1,5 tahun. Partai lain juga belum ada yang mengumumkan calonnya,” sebut dia.

Ia mengungkapkan penentuan siapa yang bakal menjadi capres dan cawapres antara Prabowo dan Muhaimin Iskandar bisa dinegosiasikan antara Partai Gerindra dan PKB.

“Hanya soal teknis yang semuanya bisa dibicarakan. Namanya koalisi pasti ada kompromi-kompromi yang terbaik. Intinya satu, pasangan yang diusung harus menang,” pungkasnya.

Diketahui, Prabowo telah menyatakan bakal kembali menjadi capres dalam kontestasi Pilpres 2024. Keputusan itu disampaikan dalam rapat pimpinan nasional (Rapimnas) Partai Gerindra di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat, Jumat (12/8/2022).

Langkah Prabowo tersebut merupakan jawaban atas dukungan yang disampaikan oleh para kadernya melalui 34 Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra.

Editor : Muh. Syakir
#Partai Gerindra #PKB #Prabowo Subianto
Berikan Komentar Anda