Muh. Syakir : Senin, 22 Agustus 2022 10:22
Gubernur Sulsel Sudirman Sulaiman bertemu Bupati Takalar Syamsari Kitta di Pantai Wisata Galesong, Sampulungan, Galesong Utara, Takalar, Minggu, 21 Agustus 2022.

TAKALAR, PEDOMANMEDIA — Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman mendorong percepatan penyelesaian tanggul penahan abrasi di sejumlah titik di Kabupaten Takalar. Ia menyebut ada 400 hingga 500 meter panjang tanggul yang harus diselesaikan.

"Kondisi ini sangat memperihatikan. Sehingga dibutuhkan penanganan oleh pemerintah agar tidak lagi terjadi abrasi. Penanganan darurat dibutuhkan dengan bantuan keuangan provinsi dan bisa dikerjakan oleh Pemkab Takalar," ujar Sudirman saat bertemu Bupati Takalar Syamsari Kitta di Pantai Wisata Galesong, Sampulungan, Galesong Utara, Takalar, Minggu, 21 Agustus 2022.

Kata Sudirman, tahun 2022 ini, Pemprov Sulsel telah mengalokasikan bantuan keuangan untuk menangani abrasi di Kabupaten Takalar senilai Rp15 miliar. Ia berharap proyek itu segera direalisasikan.

“Pak Bupati, bagaimana penanganan abrasi? Itu harus diselesaikan segera mungkin. Jangan tunggu lama karena itu sangat mendesak,” kata Andi Sudirman.

Menurutnya, ada beberapa wilayah yang terancam tersapu abrasi jika tanggul tak diselesaikan. Karena itu ia mengingatkan Syamsari agar menjadi prioritas.

Syamsari Kitta sendiri menyampaikan apresiasinya atas perhatian besar gubernur pada persoalan abrasi di Takalar. Ia mengatakan, proses pengerjaan proyek telah dimulai.

“Kita bersyukur perhatian besar Pak Gubernur pada upaya mengatasi abrasi, oleh karena itu mewakili masyarakat Takalar mengucapkan terima kasih kepada beliau,” sebutnya.

“Insya Allah dalam beberapa waktu ke depan akan dimulai,” imbuhnya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Takalar, Muhsin menjelaskan progres proyek ini. Saat ini kata dia, masih menunggu tahap perencanaan.

Setelah itu selesai maka kemudian didorong masuk ke LPSE. Sambil menunggu hasil rekomendasi teknis (rekomtek) yang sudah diajukan ke Balai.

“Kita tinggal tunggu perencanaannya ini, begitu selesai tahapannya, juga kita melakukan ekspose mengundang semuanya, termasuk bupati, kejaksaan dan kepolisian,” jelasnya.

Pihak konsultan sebutnya, akan menyelesaikan perencanaan pekan ini. Setelah diajukan ke LPSE dan ULP setelah itu berkontrak.

“Setelah itu berkontrak, estimasinya itu diprediksi pada bulan September sudah berkontrak,” sebutnya.

Ia menyebutkan, pembangunan tanggul penahan abrasi akan dibangun di wilayah Desa Bontokanang, Desa Mappakalolpo, dan Desa Pa’la’lakkang.