Muh. Syakir : Senin, 30 November 2020 07:37
Pasangan petahana Nicodemus-Victor yang kembali maju di Pilkada Tator.

TATOR, PEDOMANMEDIA - Staf Khusus Bupati Tana Toraja Nicodemus Biringkanae, Abdul Asis Assen membongkar kebobrokan kinerja Nicodemus selama memimpin. Ia menyebut, kinerja Nicodemus sangat amburadul.

"Ini akibat buruknya tata kelola pemerintahan yang ada di lingkungan pemerintah Kabupaten Tana Toraja. Terutama tata kelola keuangan yang tidak benar. Tidak tepat sasaran berdasarkan skala prioritas dan tidak efesien dalam penggunaan anggaran," ungkap Abdul Asis, Minggu (29/11/2020).

Sejumlah program NIVI yang dibeberkan Abdul Asis dalam tulisannya di wall Facebook yang diberi tajuk "Tata kelola pemerintahan yang salah" , di antaranya pembangunan kolam Makale yang tidak berfungsi, pembangunan kantor SATAP yang sudah menelan anggaran besar namun belum bisa bisa dimanfaatkan.

Ia juga menyoroti WC Burake yang viral di media dengan anggaran spektakuler namun tidak berfungsi. Lalu kata Asis, anggaran COVID yang mendapat sorotan karena jumlahnya dinilai tidak wajar bila dibandingkan dengan daerah lain. Terlebih karena Tana Toraja tidak masuk kategori zona merah Covid 19.

Menurutnya itu terjadi karena salah dalam menyusun sklala prioritas. Bupati Nico juga dinilai tidak efisien dalam penggunaan anggaran sehingga puluhan miliar anggaran yang terserap, tidak memberi manfaat kepada masyarkat Tana Toraja.

Lebih lanjut Asis menjelaskan selama ia menjadi staf khusus bupati telah memlberikan kontribusi nyata terhadap pemda yakni memenangkan beberapa kasus Pemda.

"Tiga aset pemda yang berhasil saya pertahankan selama menjadi staf Khusus yaitu SD 4 di Kampung Baru, SD Tina di Rantetayo dan yang terakhir itu yang putusannya turun bulan November aset pemda di KUD Mengkendek " pungkasnya.

Asis juga menjelaskan bahwa secara pribadi dirinya ikut merasakan langsung dampak dari buruknya tata kelola pemerintahan yang amburadul. Gajinya sebagai staf khusus bupati tidak terbayar sejak April 2020.

Bahkan uang pribadi yang dipakai sebagai operasional dalam mengikuti proses persidangan di Makassar sebagian besar juga belum terbayar. Berdasarkan fakta tersebut, adwin mengajak masyarakat Tana Toraja untuk menyelamatkan tana Toraja dengan memilih Paslon nomor satu THEO-ZADRAK.

"Saya ajak masyarakat jangan salah memilih pemimpin. Pilihlah yang benar-benar bisa membawa Tator ke arah yang lebih baik. Pilih Theo-Zadrak," katanya.