MAKASSAR, PEDOMANMEDIA -- Bupati Luwu Utara Indah Putri Indriani menjadi pembicara dalam Latpim II di LAN Makassar. Ia membahas isu stategis pemerintahan dan kepemimpinan organisasi.
Latpim II kali ini diikuti pejabat eselon III dari berbagai pemerintahan kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan dan Provinsi Papua. Di antaranya Kota Makassar, Kota Palopo, Kabupaten Takalar, Barru, Pangkep. Sementara dari Provinsi Papua ada pejabat eselon III dari Pemkab Sorong Selatan dan Maybrat.
Bupati Indah mengatakan, ada lima isu strategis dalam pemerintahan saat ini. Pertama yaitu tuntutan pelayanan publik yang berintegritas dan tidak diskriminatif.
"Dalam proses pelayanan publik kadang diskriminatif itu masih ada. Misalkan karena satu kampung atau karena teman baik jadi didahulukan. Hal sekecil itu kadang dianggap sepele tapi dalam pemberian pelayanan semua harus diberlakukan sama," kata Indah.
Dia menambahalan isu strategis kedua adalah perubahan pola pikir yang relevan dengan dinamika organisasi. Isu ketiga pengembangan potensi ASN untuk menjawab tantangan di masa depan.
Sementara keempat penguatan kapabilitas dan penguatan APIP sebagai instrumen pencegahan korupsi. Isu kelima adalah penyederhanaan organisasi untuk mewujudkan sistem kerja yang efisien dan efektif.
"Selain itu dalam sebuah organisasi pemerintahan ada hal yang kerap disepelekan dalam memberikan pelayanan. Respek, ini yang sering saya sampaikan juga di Luwu Utara," jelas Indah.
"Respek kepada setiap masyarakat yang datang untuk mendapatkan pelayanan dari pemerintah. Agar masyarakat kita benar benar merasa diperhatikan. Dalam menjalankan pemberian pelayanan ada tiga hal yang sering saya sampaikan respek, komunikasi dan kolaborasi," sambung Ketua DPD II Golkar Luwu Utara itu.
Dalam sebuah organisasi atau pemerintahan lanjut Indah, seorang pemimpin juga harus respek atau peduli kepada bawahanya.
"Kadang ada juga yang masih gengsi untuk menyampaikan terima kasih kepada bawahannya apalagi minta maaf. Kata terima kasih, mohon maaf, minta tolong kalau seorang pemimpin tidak gengsi menyampaikan itu bawahannya pasti merasa dihormati," ungkap Indah.
"Pemimpin memang harus begitu, karena tanpa bawahan pemimpin itu tidak akan pernah ada. Jika ada target atau capaian yang tak terpenuhi bukan pemimpin namanya jika menyalahkan bawahan. Karena bawahan juga adalah tanggung jawab pimpinan," tutupnya.
BERITA TERKAIT
-
Telan Miliaran, Proyek Atap Tribun Lapangan Bakti Torut Ambruk Sebelum Diresmikan
-
Andi Rahim Instruksikan Patroli Gabungan Jaga Ramadan dan Nyepi di Lutra
-
Bupati Lutra Andi Rahim Buka Puasa Bersama Alumni Teknik Unhas Angkatan 96
-
Luwu Utara On Fire: Investasi Tumbuh 11,51%, Ekonomi Melenggang
-
Pemda Lutra Resmi Tetapkan Besaran Zakat Fitrah, Diimbau Dibayar Lebih Awal