MAKASSAR, PEDOMANMEDIA - Dalam rangka menguatkan langkah-langkah pengendalian inflasi pangan dari sisi supply, Bank Indonesia (BI) bersinergi dengan Kementrian/Lembaga (K/L) dan stakeholder lainnya untuk melaksanakan program Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP).
Deputi Kepala Perwakilan BI Sulsel, Fadjar Marjadi, mengatakan, GNPIP ini berlandaskan strategi 4K yang lebih integratif, masif, serta berdampak nasional.
GNPIP ini diharapkan dapat menahan laju inflasi yang terus meningkat.
"Apalagi proses pemulihan ekonomi yang terus berlanjut saat ini diperkirakan akan memberikan kontribusi terhadap tekanan inflasi di Sulawesi Selatan. Karena itu, pentingnya penguatan sinergitas sebagai upaya pengendalian inflasi pangan," katanya melalui siaran pers nya, Kamis (8/9/2022).
Dikatakan Fadjar, risiko tekanan harga dari inflasi impor akibat gangguan rantai pasokan global yang disebabkan dari situasi geopolitik di Eropa dan Taiwan masih perlu diwaspadai.
"Untuk itu, kestabilan harga pangan sangat penting terjaga. Untuk di Sulsel sendiri, ke depannya diperkirakan masih tetap terkendali seiring dengan upaya yang dilakukan oleh TPID Sulawesi Selatan dalam menjaga kestabilan harga, baik di tingkat Provinsi maupun Kabupaten/Kota," katanya.
BERITA TERKAIT
-
Rupiah Jeblok hingga Tembus Rp17.300 per Dolar AS, BI Ungkap Biangnya
-
Bupati Andi Rosman Ingatkan Jangan Ada Penimbunan Pangan: Bisa Picu Inflasi
-
DPR Godok 3 Nama Calon Deputi Gubernur BI, Thomas Berpeluang Besar
-
Bupati Asman Pamer MDC Bone Terbaik di Sulsel: Kunci Kendalikan Inflasi
-
BI: Utang Luar Negeri Indonesia Turun jadi Rp7.087 Triliun