Sabtu, 10 September 2022 16:23

Harga Pertamax Sudah Naik Rp14.500, Pertamina Ngaku Masih Rugi

Harga Pertamax Sudah Naik Rp14.500, Pertamina Ngaku Masih Rugi

Produk Pertamax saat ini masih dijual rugi. Selisih harga yang ada itu ditutup perusahaan lewat subsidi silang.

JAKARTA, PEDOMANMEDIA - Pemerintah telah menaikkan harga BBM jenis Pertamax jadi Rp14.500 per liter. Meski sudah naik, PT Pertamina (Persero) mengklaim harga itu masih di bawah harga pasar.

Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati mengatakan perseroan masih merugi dengan harga itu. Ia mengaku Pertamina harus menanggung selisih harganya.

Nicke menjelaskan, berdasarkan kategorinya, Pertamax merupakan jenis BBM umum (JBU) di mana harganya fluktuatif mengikuti kondisi komponen pembentuknya seperti Indonesian Crude Price (ICP).

Baca Juga

"Pertamax itu pemerintah kemudian mengendalikan juga harganya, karena kalau Pertamax disesuaikan dengan market price maka ini akan lebih banyak lagi yang ke Pertalite, which is itu akan membuat subsidi makin naik," paparnya dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VI, Kamis (8/9/2022) lalu.

Karena itu Nicke mengatakan produk Pertamax saat ini masih dijual rugi. Nah, selisih harga yang ada itu ditutup perusahaan lewat subsidi silang.

"Khusus Pertamax selisihnya itu yang menanggung Pertamina Pak. Yang disampaikan tadi, secara produk iya pak rugi, tapi kan yang kita jaga di bottom line-nya jangan sampai membuat bottom line-nya negatif," jelasnya.

Lanjut Nicke, Pertamina sendiri menjalankan bisnis dari hulu ke hilir. Saat harga minyak sedang tinggi, Pertamina akan memperoleh keuntungan di hulu, tapi menjadi beban di hilir. Keuntungan dari sisi hulu ini yang kemudian dijadikan Pertamina untuk menutup rugi di hilir alias subsidi silang.

"Pertamina ini kan hulu ke hilir, pada saat harga minyak naik maka kita dapat windfall dari keuntungan di hulu, kita dapat beban di hilir. Nah inilah yang kemudian terjadi subsidi silang yang akhinya di tahun lalu kita masih membukukan keuntungan," jelasnya.

Editor : Muh. Syakir
#Pertamax #Pertamina
Berikan Komentar Anda