DEMI mengabdi di kampung halaman, Yohanis Bassang (Ombas) meninggalkan Mimika, tanah rantau yang membesarkannya lebih dari 20 tahun. Ia kembali karena satu obsesi, membawa Toraja Utara menjadi tanah masa depan.
“Saya ingin Torut memberi harapan bagi anak cucu kita di masa depan. Karena kita punya segalanya di sini. Kita punya sumber alam yang melimpah. Torut punya kultur unik. Kita hanya butuh pemimpin dengan political will. Agar bisa mengelola daerah ini menjadi tanah masa depan,” ucap Ombas.
Ombas mengatakan, untuk menuju kesana ia sudah punya gagasan besar di berbagai sektor. Di sektor pendidikan dan kesehatan ia tetapkan program lebih komprehensif.
Di bidang infrastruktur, Ombas memberi skala prioritas. Agar infrastruktur mampu mendorong laju ekonomi rakyat.
Ia juga sudah memperkenalkan dua program jangka panjang unggulan. Yakni pariwisata dan sektor pangan.
Di bidang reformasi birokrasi, mantan aktivis mahasiswa era 90-an ini, akan menekankan tata kelola keuangan yang berpihak pada rakyat.
Di sektor pendidikan, kata Ombas, dalam program jangka pendek ia menargetkan pembangunan sarana sekolah yang representatif di semua wilayah. Lalu selanjutnya mendorong peningkatan kualitas guru.
“Guru-guru kita dorong bukan saja memenuhi target secara kuantitas. Tapi juga mutu. Saya akan programkan guru-guru dengan kompetensi standar bisa disebar sampai ke pelosok,” katanya.
Sehingga kualitas pendidikan merata di semua wilayah. Tidak ada lagi kata Ombas, diskriminasi pendidikan.
“Begitu juga sarana fisik kita samakan antara sekolah di ibukota kabupaten dengan di pelosok. Anak-anak harus belajar di tempat yang layak,” paparnya.
Bagi guru-guru honorer, ada dua gagasan strategis Ombas. Pertama meningkatkan standar kesejahteraan mereka. Kedua menempatkannya berdasarkan domisili.
Menurut Ombas, guru honorer akan diberi tunjangan kesejahteraan yang memadai. Program ini akan jadi prioritas jangka pendek. Tujuannya, agar guru benar-benar fokus mentransfer ilmu.
“Kita juga tempatkan mereka sesuai domisilinya. Ini secara kultural akan lebih memudahkan adaptasi guru dan murid. Sehingga menghasilkan luaran yang bermutu,” papar Ombas lagi.
Tak hanya guru, Ombas juga akan memberi program khusus kepada siswa berprestasi. Siswa berprestasi akan diberi insentif pendidikan sampai ke jenjang tinggi.
“Anak-anak berprestasi kita beri beasiswa. Mereka ada dalam tanggungan pemerintah sampai menyelesaikan studi. Ini punya proyeksi jangka panjang. Kelak anak anak yang sukses itu akan kita tarik kembali ke daerah untuk membangun Torut,” jelasnya.
Intinya kata Ombas, sarana pendidikan, kesejahteraan dan mutu harus beriringan. Dengan program terpola ini, Ombas yakin Torut tidak lagi sekadar dikenal sebagai daerah sejuta destinasi. Tapi juga akan menjadi kota pelajar.
“Kita bisa sampai ke sana. Kuncinya adalah political will. Artinya ada komitmen dan program yang terencana,” kata Ombas.
Lalu bagaimana di sektor lain? Sektor kesehatan misalnya?
Sektor ini juga menjadi program strategis Ombas. Mantan Wakil Bupati Mimika ini akan bicara gamblang 1001 gagasan masa depan bidang kesehatan pada tulisan berikutnya.
Ombas akan bicara bagaimana hak-hak dasar kesehatan rakyat terpenuhi. Apa saja terobosannya? Lalu bagaimana distribusi tenaga kesehatan yang merata?
Kami akan mengulasnya pada tulisan berikutnya. (*)
BERITA TERKAIT
-
Ombas Isyaratkan Maju Lagi di Pilkada Torut 2029: Kalian yang Artikan
-
Mantan Bupati Torut Ombas Diduga Belum Kembalikan Randis Rubicon
-
BKAD Torut Bungkam Soal Randis yang Belum Dikembalikan Eks Bupati Ombas
-
Dedy-Andrew Sah Sebagai Bupati-Wabup Torut Terpilih, Dilantik 20 Februari
-
Cuplis Duga Ombas Gugat ke MK untuk Tunda Pelantikan: Dia Mau Mainkan Tender