Senin, 21 September 2020 10:19

Pilkada Torut

Ombas-Dedy Balik Kampung: Menanti Loncatan Besar Pelayanan Kesehatan di Torut (3)

Ombas-Dedy Balik Kampung Untuk Toraja Utara Mandiri
Ombas-Dedy Balik Kampung Untuk Toraja Utara Mandiri

Pelayanan di bidang kesehatan menjadi program strategis Ombas-Dedy di Toraja Utara. Ombas-Dedy menargetkan RSUD Pongtiku ditingkatkan statusnya dari tipe D ke tipe C.

PASANGAN Yohanis Bassang-Frederik V Palimbong (Ombas-Dedy) memiliki struktur perencanaan di bidang kesehatan yang memadukan teknologi dan pelayanan. Misinya, menghadirkan sarana yang representatif dan mencetak sumber daya manusia kompetensial.

Dalam perencanaan jangka pendek, Ombas-Dedy menargetkan RSUD Pongtiku ditingkatkan statusnya dari tipe D ke tipe C. Status administratif ini penting. Karena menjadi batu loncatan menghadirkan fasilitas berstandar.

Ombas-Dedy menargetkan dalam satu dan dua tahun proyeksi ini bisa tercapai. Kenaikan status ini akan diikuti fasilitas berstandar. Dan akan terpadu dengan tenaga dokter, yang terpenuhi secara kuantitas maupun kompetensi.

Baca Juga

“Dari peningkatan status itu tipe rumah sakit akan mendorong naiknya kualitas kesehatan masyarakat. Pelayanan akan lebih terintegrasi. Sarana teknologi kesehatan akan lebih representatif. Dan tentu saja kita akan lebih banyak memiliki dokter dokter ahli,” jelas Ombas.

Dalam struktur perencanaannya, perpaduan sarana dan kompetensi SDM menjadi misi utama Ombas-Dedy. Kata dia, dua komponen ini bergandengan. Muaranya adalah pelayanan kesehatan dengan standar mutu.

“Jadi ada target mutu dari pelayanan itu. Kalau pelayanan baik tentu akan menaikkan derajat kesehatan masyarakat. Itu yang akan kita capai,” katanya.

Selanjutnya, pembenahan puskesmas sampai ke pelosok juga menjadi prioritas. Menurut Ombas, puskesmas menjadi ujung tombak pelayanan.

Karena itu puskesmas harus memenuhi standar. Baik sarana maupun persebaran sumber daya.

Dalam paparan misinya Ombas menjadikan puskesmas sebagai pusat pelayanan. Di mana fasilitasnya ditargetkan memenuhi farameter sebuah objek palayanan yang mengedepankan mutu.

“Jadi puskesmas juga harus hadir dua komponen tadi. SDM dan fasilitas. Fasilitas kesehatan harus paling tidak memenuhi standar kebutuhan masyarakat,” ucapnya.

Di sisi SDM, puskesmas harus punya dokter dokter ahli dan spesialis. Jadi tidak ada lagi diskriminasi pelayanan antara warga di pelosok dengan di ibu kota kabupaten.

Tenaga medis dan dokter ahli akan disebar merata berdasarkan kompetensi dan domisili. Sehingga di pelosok masyarakat terlayani optimal.

Menurut Ombas, kesehatan adalah kebutuhan dasar. Sektor ini menentukan tumbuhnya sektor lain.

Kata dia, ekonomi bisa tumbuh jika masyarakatnya sehat. Dan hanya masyarakat sehat yang akan melahirkan generasi berkualitas.

Tetapi terobosan bidang kesehatan juga hanya bisa dicapai dengan tata kelola anggaran yang akuntabel. Sebagai birokrat yang lebih dari dua dekade bekerja di sektor keuangan, Ombas melihat ada ketimpangan persebaran anggaran kesehatan di Torut. Akibatnya, sasaran program tak efisien.

Karena itu, anggaran kesehatan tak cukup hanya dengan alokasi besar. Tapi juga tepat sasaran.

“Dan kita bisa mencapai semua ini kalau pola pengawasan anggaran kita baik. Di sinilah sistem bekerja. Dan sistem hanya bisa bekerja dengan baik kalau pemimpinnya paham tata kelola keuangan,” jelas Ombas. (*)

Editor : Redaksi
#Ombas-Dedy #Yohanis Bassang #Frederik V Palimbong #Pilkada Torut
Berikan Komentar Anda