Kemendikbud: 2023-2024 akan Tuntas Pengangkatan Guru Honorer jadi ASN
Pertama, penuntasan guru honorer menjadi ASN dan yang kedua adalah mengisi kekosongan atau kekurangan guru ASN.
JAKARTA, PEDOMANMEDIA - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Ristek menjanjikan akan menuntaskan masalah kekurangan guru berstatus ASN pada 2023 dan 2024 nanti. Karena itu dalam dua tahun ke depan akan dilakukan pengangkatan guru honorer menjadi ASN dalam jumlah besar.
Hal ini disampaikan pelaksana tugas Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbud Ristek, Nunuk Suryani. Ia mengatakan, akan dilakukan pengangkatan guru honorer menjadi ASN untuk menutupi kekurangan di semua daerah.
"Kebutuhan guru baru berstatus ASN baru tercukupi hingga 41 persen saat ini. Artinya masih ada lebih dari 50% yang harus direkrut untuk menutupi kebutuhan. 2032 dan 2024 akan dilakukan perekrutan dan kita harap bisa tuntas," jelas Nunik, Jumat (23/9/2022).
Ia mengatakan, saat ini Kemendikbud Ristek fokus pada dua tata kelola guru. Pertama, penuntasan guru honorer menjadi ASN dan yang kedua adalah mengisi kekosongan atau kekurangan guru ASN.
"Kalau penuntasan guru honorer, sudah berkoordinasi dengan panselnas dan Pemda, lewat PPPK inilah semua guru honorer diseleksi sesuai aspek yang komperehensif untuk menjadi ASN," tambahnya.
Untuk aspek kekosongan guru, Kemendikbud Ristek memenuhinya melalui Program Pendidikan Guru (PPG) Pra Jabatan untuk lulusan D4 dan S1.
"Ke depan, jika penataan guru non ASN selesai, semua kebutuhan guru di berbagai daerah akan dipenuhi melalui jalur PPG," Kata Nunuk.
Sementara, pendaftaran Program Pendidikan Guru (PPG) Prajabatan Gelombang 2 ditutup hingga 26 September 2022. Tersedia kuota mencapai 40 ribu mahasiswa yang ingin mendaftar PPG. Untuk program studi yang dibuka pada Pendidikan Profesi Guru (PPG) Prajabatan Gelombang 2 2022 hanya ada 18 prodi.
Berikut prodi yang dibuka:
Bahasa Inggris
Bahasa Indonesia
Matematika
Pendidikan Luar Biasa
Pendidikan Jasmani dan Kesehatan
Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)
Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PKn)
Sejarah
Ekonomi
Biologi
Kimia
Fisika
Geografi
Sosiologi
Seni Budaya
PGSD
Bimbingan Konseling (BK)
Syarat PPG Prajabatan Gelombang 2 Tahun 2022
Calon mahasiswa Program PPG Prajabatan Gelombang 2 Tahun 2022 mempersiapkan persyaratan yang telah ditentukan sebagai berikut:
1. Warga Negara Indonesia (WNI)
2. Tidak atau belum pernah terdaftar sebagai Guru/Kepala Sekolah pada Data Pokok Pendidikan (Dapodik)
3. Berusia paling tinggi 32 (tiga puluh dua) tahun pada 31 Desember tahun pendaftaran
4. Memiliki ijazah dengan kualifikasi akademik sarjana (S-1) atau diploma empat (D-IV) yang terdaftar pada Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PD-Dikti) atau terdata pada basis unit data unit Penyetaraan Ijazah Luar Negeri bagi lulusan perguruan tinggi di luar negeri
5. Memiliki Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) paling rendah 3,00 dari 4,00
6. Memiliki surat keterangan sehat jasmani dan rohani
7. Memiliki surat keterangan berkelakuan baik
8. Memiliki surat keterangan bebas narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya (NAPZA)
9. Menandatangani pakta integritas
10. Mengikuti tahapan seleksi yaitu seleksi administrasi, tes substantif, dan tes wawancara.
Cara mendaftar PPG Prajabatan Gelombang 2 Tahun 2022
Daftar melalui https://ppg.kemdikbud.go.id/ dengan email aktif
Jika sudah masuk laman PPG, klik menu Daftar
Buat akun pendaftaran pada aplikasi SIMPKB (Sistem Informasi Manajemen Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan).
Pada tahap ini, NIK akan diverifikasi otomatis. Akun berhasil dibuat ketika data telah dinyatakan valid dan memenuhi ketentuan
Lakukan pendaftaran lanjutan dengan masuk ke aplikasi SIMPKP
Sistem akan memverifikasi data IPK dan linieritas program studi dengan bidang studi PPG yang dipilih. Jika valid, maka pendaftar wajib menjawab pertanyaan esai. Namun, jika tidak valid, maka pendaftaran tidak bisa dilanjutkan.
Membayar biaya PPG Prajabatan
Cetak kartu tes substantif melalui SIMPKB
- 1
- 2
- 3
- 4
- 5
