Kamis, 03 Desember 2020 15:21

Tak Punya Taji, Pemkot Makassar Didesak Bentuk Tim Terpadu Tindak Cafe Penjual Minol

Cafe Barcode di Jalan Amanagappa yang diduga menjual Minol.
Cafe Barcode di Jalan Amanagappa yang diduga menjual Minol.

Mastan berharap Pemkot Makassar tidak mendiami masalah peredaran minol oleh kafe yang berdekatan dengan sekolah di Makassar tersebut. Selain jelas melanggar aturan tertinggi dari Perpres hingga Perda Kota Makassar dan berdampak negatif terhadap masyarakat juga dapat mengancam ketertiban serta ketentraman masyarakat.

MAKASSAR, PEDOMANMEDIA - Aliansi Peduli Anti Korupsi Republik Indonesia (APAK RI) mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar segera membentuk tim terpadu untuk menindaki usaha cafe dekat sekolah yang didiuga masih bebas berjualan minuman beralkohol (minol). Diketahui ada beberapa cafe yang diduga menjual minol tanpa izin seperti Barcode dan Publiq.

"Sebelum dampak negatif yang ditimbulkan semakin meluas, khususnya bagi generasi muda kita, maka Pemkot Harus tegas dan segera bentuk tim terpadu untuk mengendalikan peredaran minol di kedua kafe yang berdekatan dengan sekolah dan tempat peribadatan serta rumah sakit itu," kata Ketua APAK RI, Kamis (3/12/2020).

Ia berharap Pemkot Makassar tidak mendiami masalah peredaran minol oleh kafe yang berdekatan dengan sekolah di Makassar tersebut. Selain jelas melanggar aturan tertinggi dari Perpres hingga Perda Kota Makassar dan berdampak negatif terhadap masyarakat juga dapat mengancam ketertiban serta ketentraman masyarakat. Apalagi masyarakat yang berada di sekitar lokasi kafe yang dimaksud.

Baca Juga

"Jadi bahaya miras ini sangat jelas. Tak hanya ancaman kesehatan bagi peminumnya, juga bisa jadi sebagai sumber kejahatan. Apalagi jarak tempat menjual miras ini dekat dari sarana pendidikan dan tempat ibadah. Itu lebih parah dan sudah diatur dalam peraturan yang ada mulai dari Perpres, Permendag hingga Perda Kota Makassar. Saya kira sudah tidak bisa ditoleransi pelaku usaha yang melanggar ketentuan yang ada. Harus segera ditindak apalagi ini jelang momen pergantian tahun yang biasanya dimanfaatkan dengan mabuk-mabukan oleh sebagian kelompok masyarakat," ungkap Mastan.

Ia juga berharap DPRD Kota Makassar bisa serius dan meluangkan waktu untuk menyelesaikan masalah peredaran miras oleh kafe yang berdekatan sekolah dan tempat ibadah tersebut.

"Dewan kan punya fungsi pengawasan. Dimana itu kok tidak dilaksanakan. Harusnya dewan tegas kepada Pemkot yang terkesan membiarkan pelaku usaha nakal ini terus beraksi. Jangan biarkan masyarakat menarik kepercaayaan kepada wakilnya di DPRD Makassar tersebut," jelas Mastan.

Ia juga menyayangkan jika sebelumnya kedua kafe dekat sekolah itu, sempat diberi izin penjualan miras. Sementara jelas-jelas telah melanggar aturan yang ada.

"Ini penting ditelusuri ada apa coba. Kok jelas-jelas melanggar malah sempat diberi izin. Kami menduga ada oknum-oknum yang menjadi calo didalamnya. Ini harus diusut dan segera putus mata rantainya," terang Mastan.

Penulis : Hasan
Editor : Jusrianto
#Barcode #Publiq #Pemkot Makassar
Berikan Komentar Anda