Muh. Syakir : Jumat, 07 Oktober 2022 10:38
Tim BPBD Torut mengevakuasi longsoran di Kecamatan Nanggala.

TORUT, PEDOMANMEDIA - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Toraja Utara kembali menurunkan tim mengevakuasi material longsor yang menutupi bahu jalan di poros Karre, Kelurahan Sampiak Salu, Kecamatan Nanggala, Kamis (07/10/2022/). Longsor terjadi beberapa hari lalu akibat hujan deras.

Kepala BPBD Alexander L Tiku kepada PEDOMANMEDIA mengatakan, dalam bebrapa hari curah hujan cukup tinggi. Kondisi ini memicu terjadinya longsor di Nanggal.

"Akibat curah hujan yg tinggi pada hari Rabu sore terjadi longsor di jalan poros Seko - Pitung Penanian di Nanggala. Longsor menutupi semua badan jalan sepanjang + 10 meter. Hari Kamis tgl 6 Okrober 2022, BPBD Toraja Utara telah melakukan evakuasi material longsor hingga sore hari dan sudah dapat dilalui kendaraan kembali," kata Alex.

Alex juga mengatakan bahwa dalam pembersihan tersebut pihaknya dibantu masyarakat setempat.

"Hadir di TKP saat pembersihan yakni Lurah Nanggala bersama beberapa masyarakat setempat. Dari BPBD ada Kabid Pencegahan, Kesiapsiagaan dan Kerjasama. Terlibat juga beberapa staf" beber Alex.

Menurutnya, wilayah Nanggala memang termasuk zona rawan longsor. Ada beberapa wilayah di Toraja Utara yang masuk wilayah rawan.

Pembersihan Sejak Agustus

Agustus lalu, BPBD juga melakukan evakuasi pada 5 titik longsor. Di antaranya dua wilayah yakni di Kecamatan Rantepao, Kelurahan Malango' (Lembang Keramat) dan Kecamatan Sopai, Lembang Nonongan. Keduanya dilanda longsor 6 bulan lalu.

"Ini kegiatan pembenahan darurat, jalan poros putus di Lembang Nonongan Kecamatan Sopai yang menghubungkan jalan poros di 3 lembang dan juga Tana Toraja. Juga tadi di Kelurahan Malango' Kecamatan Rantepao jalan putus di situ," ujar Alexander, Rabu (24/08/2022).

Menurut Alexander, longsoran ini adalah gumpalan material dari beberapa bulan sebelumnya. Longsoran ini sempat memutus akses ke beberapa daerah.

"Ini material longsor sebelum saya menjabat kepala BPBD. Sudah barangkali 6 bulan yang lalu kalau di Malango'. Kalau di sini barangkali baru sekitar 5 bulan kejadiannya. Semoga hari ini bisa selesai," jelasnya.

Alexander mengemukakan, dalam penanganan longsor dibutuhkan kerja kolektif.

"Saya berharap agar ke depan ada kerja sama yang baik masyarakat, kepala lembang dan camat untuk membantu kami sebagai kepala BPBD Toraja Utara. Sebab ini membutuhkan kerja bersama," beber Alexander.

Sebelumnya Alexander mengatakan, dalam beberapa bulan terakhir pihaknya telah berhasil mengevakuasi 15 titik longsor di Toraja Utara. 15 titik ini masuk dalam zona rawan.

Menurut dia, dari 15 titik itu ada beberapa titik yang tersebar di kecamatan berbeda. Dominan kata Alexander, zona longsoran berada pada medan medan berat.

"Tana longsornya itu terjadi di beberapa kecamatan dari tahun lalu namun tidak dikerja. Pas saya masuk di sini saya langsung pantau lokasi-lokasi yang materialnya belum dievakuasi. Kemudian sekarang puji Tuhan jalan tersebut sudah bisa dilalui lagi masyarakat," terang Alexander.