Muh. Syakir : Sabtu, 22 Oktober 2022 21:34
Surya Paloh

JAKARTA, PEDOMANMEDIA - Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh mengatakan, tidak ada kekhawatiran jika akhirnya NasDem tidak berkoalisi dengan Partai Demokrat dan PKS. Paloh mengaku tak punya beban dengan parpol manapun.

"Kita inikan terbuka dengan partai manapun. Mau Demokrat, PKS, siapa saja. Tapi NasDem juga tidak punya beban kalau akhirnya tidak koalisi ya tidak ada masalah," kata Surya Paloh kepada wartawan di NasDem Tower, Menteng, Sabtu (22/10/2022).

Paloh mengatakan, pembicaraan soal koalisi masih panjang. Ia mengaku, semua parpol tak ada yang menutup diri. Karena tuntutan konstitusi itu, koalisi dibangun demi kemaslahatan bangsa.

Paloh menyayangkan jika hak konstitusional seseorang berkurang lantaran pertimbangam situasional. Dia mengatakan kepentingan bangsa harus berada di atas kepentingan partai.

"Sayang kalau enggak, hak-hak konstitusional kita kurangi karena satu dan lain hal, pertimbangan pragmatis misalnya, pertimbangan situasional misalnya. Kalau masih tetap dipertahankan bagus, tapi menempatkan kepentingan bangsa ini di atas kepentingan partai, saya pikir kita mau konsisten di sana. Itu sebenarnya, itu sumbangan juga bagi perjalanan bagi kehidupan kebangsaan kita," tuturnya.

Sebelumnya, komunikasi Partai NasDem, PKS dan Demokrat makin intens. Ketiganya melakukan pertemuan hari ini untuk mematangkan koalisi.

Pertemuan itu dilakukan Jumat (21/10/2022) Partai NasDem diwakili oleh Ketua DPP Partai Nasdem Willy Aditya dan Sugeng Suparwoto. PKS diwakili oleh Wakil Ketua Majelis Syuro Mohamad Sohibul Iman, Ketua DPP Polhukam Al Muzammil Yusuf.

Sementara Partai Demokrat diwakili oleh Sekjen Teuku Riefky Harsya. Pertemuan tiga pihak tersebut juga dihadiri oleh Sudirman Said sebagai pihak yang mewakili Anies Rasyid Baswedan yang merupakan bakal calon presiden 2024 dari Partai NasDem.

Dalam pertemuan tersebut, NasDem mengajak PKS dan Demokrat untuk duduk bersama mematangkan format koalisi perubahan yang akan digagas bersama.

"Ada beberapa hal penting yang dibahas dalam pertemuan tersebut, seperti kriteria pasangan bakal calon wakil presiden yang cocok mendampingin Anies Rasyid Baswedan," ujar Willy dalam keterangan tertulisnya.

Willy mengatakan sebelum menentukan siapa calon terbaik yang paling tepat, maka dibuat terlebih dahulu kriteria dan mekanisme penentuan pasangan calon presiden-calon wakil presiden. Sehingga dalam proses pengambilan keputusan nanti, ketiga pihak sama-sama satu tujuan dan langkah.

"Dalam penentuan bakal cawapres, setiap partai berhak mengajukan nama-nama baik nama dari internal partai maupun eksternal yang bukan anggota partai," ungkap Willy.

Pertemuan tersebut juga membahas terkait platform dan desain pemerintahan yang ideal di periode mendatang.

"Ketiga partai sama-sama sepakat untuk menyampaikan pandangannya terkait platform kebijakan pembangunan bangsa dan desain pemerintahan ke depan," imbuhnya.

Selain pasangan calon, platform, dan desain pemerintahan, Willy mengatakan ketiga partai itu juga menggodok strategi pemenangan yang efektif.

"Dan yang tidak kalah penting adalah masalah timing atau waktu yang tepat untuk meresmikan dan mendeklarasikan koalisi serta pasangan capres-cawapres yang akan diusung. Ini yang terus kita matangkan, yang juga dapat membawa semangat perubahan, mendapat dukungan publik, dan menambah peluang kemenangan di Pilpres 2024," tutup Willy.