Penyaluran KUR Bone Tembus Rp1,3 T, Pertanian Masih Terbesar
Sektor perikanan sebesar Rp46,08 miliar atau 3.42% untuk 1.009 debitur, dan sektor Industri Pengolahan sebesar Rp43,62 miliar atau 3,24% untuk 599 debitur.
BONE, PEDOMANMEDIA - Pemerintah dalam hal ini Kementerian Keuangan, terus mendorong percepatan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR). Ini dilakukan di tengah upaya pemulihan ekonomi yang lebih cepat.
Kepala KPPN Watampone, Djoko Julianto mengungkapkan bahwa realisasi KUR di Kabupaten Bone sampai dengan bulan Oktober tahun 2022 mencapai Rp1,34 triliun, yang disalurkan kepada 28.432 debitur atau setara dengan 9,47% dari total realisasi Rp14,22 triliun di Provinsi Sulawesi Selatan.
Berdasarkan jenis penggunaannya, KUR mikro mendominasi dengan proporsi 79,79% dan nominal Rp1,08 miliar dari total penyaluran KUR kepada 26.170 debitur. Selanjutnya diikuti pleh KUR kecil denganD penyaluran sebesar Rp259,95 miliar atau 19,30% untuk 973 debitur.
"Sementara KUR super mikro disalurkan sebesar Rp12,25 miliar atau 0,91% untuk 1.289 debitur," jelas Djoko.
Dari sisi lembaga penyalur, masih didominasi oleh Bank Himbara (Himpunan Bank Negara) dengan peringkat pertama oleh Bank BRI dengan nominal penyaluran mencapai Rp1,17 triliun atau 87,03% dari total penyaluran KUR untuk 27.347 debitur. Disusul Bank BNI dengan penyaluran sebesar Rp83,41miliar atau 6,19% terdistribusi untuk 306 debitur.
Selanjutnya Bank Mandiri dengan nilai penyaluran sebesar Rp77,153 miliar atau 5,73% untuk 526 debitur. Bank Syariah Indonesia turut berkontribusi dengan menyalurkan sebesar Rp10,39 miliar atau 0,77% ditujukan untuk 121 debitur.
Berikutnya adalah Bank Pembangunan Daerah yang menyalurkan sebesar Rp1,95 miliar atau 0,14% untuk 30 debitur, Pegadaian Syariah juga berkontribusi dengan nilai sebesar Rp935 juta atau 0,07% untuk 100 debitur, Bank BTN turut serta dengan nilai Rp500 juta atau 0,04% untuk 1 debitur, serta Bank BCA dengan penyaluran Rp300 juta atau 0,02% untuk 1 debitur.
Sektor pertanian, perburuan, dan kehutanan masih merupakan sektor KUR terbesar sampai dengan bulan Oktober tahun 2022, yaitu sebesar Rp887,45miliar atau 65,98% untuk 21.280 debitur, Selanjutnya disusul sektor Perdagangan Besar dan Eceran dengan nilai sebesar Rp311,82 miliar atau 23,15% untuk 4.515 debitur.
Sektor perikanan sebesar Rp46,08 miliar atau 3.42% untuk 1.009 debitur, dan sektor Industri Pengolahan sebesar Rp43,62 miliar atau 3,24% untuk 599 debitur, sisanya terdistribusi di berbagai sektor ekonomi lainnya yang perlu mendapat perhatian dan terus dikembangkan.
Dengan penyampaian informasi secara rutin oleh KPPN Watampone, diharapkan semakin dapat mensosialisakan program pemerintah dan perbankan dalam menumbuhkan pelaku UMKM khususnya di Kabupaten Bone.
