WAJO, PEDOMANMEDIA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wajo melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (PKP) terus memasifkan vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak. Pemkab yakin bisa mengendalikan kasus PMK.
PMK jadi perhatian serius mengingat Bumi Lamaddukelleng lumbung atau merupakan daerah dengan populasi hewan ternak terbanyak kedua di Sulawesi Selatan (Sulsel). Daerah melakukan proteksi kasus sejak awal 2022.
"Penanganan virus ini menjadi perhatian kita mengingat Kabupaten Wajo memiliki populasi ternak dengan jumlah terbanyak kedua di Sulawesi Selatan," kata Kepala Dinas PKP Wajo, Ashar, saat dikonfirmasi, Kamis (10/11/2022).
Ashar menjelaskan, PMK adalah penyakit infeksi virus bersifat akut dan sangat menular. Penyakit ini menyerang semua hewan berkuku belah/genap, seperti sapi, kerbau, babi, kambing, dan domba.
Ashar menuturkan, pihaknya dalam hal ini Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan (Keswan) telah melakukan vaksinasi PMK pada ternak sapi, kerbau, maupun kambing sejak Agustus 2022 lalu.
Berdasarkan data, kata dia, hingga saat ini capaian total vaksinasi PMK sebanyak 2.336 ekor ternak untuk dosis I dan 466 ekor ternak dosis II.
"Program vaksinasi ini masih berlangsung hingga saat ini dan akan terus kita galakkan ke depannya," sebut Ashar.
Selain vaksinasi, kata dia, tim Bidang Peternakan dan Keswan Dinas PKP juga melakukan tindakan pengobatan pada ternak yang menunjukkan gejala PMK serta pembagian disinfektan kepada peternak.
"Kita juga minta kepada peternak agar aktif melaporkan kepada kami melalui petugas kesehatan hewan kami yang terdekat," tuturnya.
BERITA TERKAIT
-
Wujudkan Program Mapaccing, DLH Wajo Tambah 10 Armada Sampah
-
Bupati Andi Rosman Siap Kolaborasi Pemprov Sulsel Perkuat Kebijakan Sektor Pertanian
-
DLH Perkenalkan 'Wajo Green Pest', Cairan Antirayap Dibuat dari Limbah
-
Hadiri HUT ke-67 Maros, Andi Rosman Kenang 30 Tahun jadi ASN
-
Andi Rosman: Bantuan Alsintan Dorong Pertanian di Wajo Lebih Produktif