Kamis, 24 November 2022 09:50

Sentilan Menohok Andi Utta: Jangan karena Kedekatan, Anda Dapat Jabatan

Muchtar Ali Yusuf
Muchtar Ali Yusuf

Kompetensi yang dimiliki akan berdampak pada kualitas kerja. Ketika tidak konsen, hasil kerja juga tidak akan maksimal.

BULUKUMBA, PEDOMANMEDIA - Bupati Bulukumba Andi Muchtar Ali Yusuf melontarkan sentilan menohok saat mengumpulkan para pejabat eselon, Rabu kemarin (23/11/2022). Ia menyindir para pejabat yang menduduki jabatan karena kedekatan.

Kata Andi Utta, sapaan Muchtar Ali Yusuf, ini tradisi yang harus dihapus. Ia juga ingin memastikan jabatan dari aparaturnya sesuai dengan kompetensi yang dimiliki.

"Jangan karena dekat dengan saya, atau Pak Wakil dan Pak Sekda, Anda dapat jabatan. Saya mau semua yang menjabat sesuai dengan kompetensinya," kata Muchtar Ali Yusuf di hadapan puluhan pejabat Eselon II, III dan IV pada launching aksi perubahan PKA dan PKP di Ruang Pola Kantor Bupati Bulukumba, Rabu, 23 September 2022.

Baca Juga

Olehnya, bupati berlatar pengusaha itu menginginkan agar ASN yang menduduki jabatan memahami apa yang menjadi tugas pokoknya. Sehingga dapat berkerja secara profesional.

"Jadi kalau ada pejabat yang tidak sesuai dengan kemampuannya, sampaikan secara tulus kalau tidak sanggup dengan jabatan seperti itu. Sampaikan kalau memang bisanya di tempat lain," ujarnya.

Sebab, menurut Andi Utta, kompetensi yang dimiliki akan berdampak pada kualitas kerja. Ketika tidak konsen, katanya, maka hasil kerja juga tidak akan maksimal. Sebaliknya, jika sesuai bakat dan background, semua pekerjaan akan maksimal.

"Terpenting juga, lakukan program berdasar kajian. Apa outputnya porgram itu? Dengan demikian, program kita berkualitas. Pastikan program itu bermanfaat bagi masyarakat," jelasnya.

Andi Utta lebih dalam menginginkan agar roda pemerintahannya dapat bergerak cepat. Ia menyebut era saat ini yang serba digital, membuat persaingan lebih kompetitif.

"Mereka yang ada di luar adu kompetisi. Mindset kita juga, kompetisi dan kolaborasi agar bisa sama-sama berinovasi," terangnya.

Ia mengemukakan bahwa menjadi ASN atau pun pejabat pemerintahan, jangan bermimpi untuk kaya.

"Kalau mau hidup cukup, jadi pegawai. Kalau mau kaya, jadi pengusaha," ujar Andi Utta.

ASN Tepat di Tempat yang Tepat

Widyaiswara ahli madya PPSDM Kemendagri Regional Makassar, Muhammad Nasir mengaku sangat mendukung komitmen Bupati Bulukumba dalam menempatkan ASN yang tepat di tempat yang tepat.

"Saya sangat mendukung apa yang disampaikan Pak Bupati. Sebab kalau ini tidak bisa diwujudkan, maka sampai kapan pun daerah tidak akan maju. Kalau kita tidak bisa menempatkan orang tidak sesuai dengan kompetensinya atau kemampuannya, jangan harap ada perubahan," jelasnya.

Nasir menuturkan substansi launching rencana aksi perubahan dari reformer, yaitu ingin memberitahukan kepada semua pihak tentang rencana aksi perubahannya, khususnya kepada penentu kebijakan.

Sehingga, katanya, ada dalam "tanda petik" yang selalu mengawasi, apakah rencana inovasi yang telah digagas itu, berjalan atau tidak.

"Makanya kami dari PPSDM regional Makassar ambil inisiatif agar rencana inovasi ini dilaunching, supaya khalayak bisa tahu," tukasnya.

Berikut peserta Diklat yang inovasinya dilaunching di Ruang Pola Kantor Bupati Bulukumba, Rabu, 23 November 2022.

1. H. Andi Rahmat Syafri, S.IP, M.Adm.KP (Camat Bontotiro) dengan inovasi LAKINA BONTOTIRO (Laskar Kartu Identitas Anak Kecamatan Bontotiro).

2. Rahmatiah Nur Aliah.T, SP (Kasubag Umum & Kepegawaian Inspektorat Daerah Kab. Bulukumba) dengan inovasi SIFUT CANTIK (Sekretariat Penginputan Angka Kredit Fungsional Tertentu Cepat Akurat dan Terkoneksi).

3. Irham Samsurya Nawir, S.STP, M.AP (Lurah Ela-ela Kec. Ujung Bulu) dengan inovasi DILAMAR DI ELA-ELA (Digitalisasi Layanan Administrasi Akte Kelahiran di Kelurahan Ela-ela).

4. Yuliastuty, SE (Kabid Akutansi & Pelaporan BPKPD) dengan inovasi PANRITA GO! (Percepatan Rekonsiliasi Terintegrasi Aplikasi Google Spread).

5. Hj. Syamiah (Kabag Kesra Setda) dengan inovasi KOPASUS (Kelompok Peduli Usaha Kesehatan Sekolah).

6. Alamsyah, SE, M.Si (Lurah Tanah Kongkong Kec. Ujung Bulu) dengan inovasi OM SAYANG (Optimalisasi Layanan Data Kependudukan yang Akurat di Kelurahan Tanah Kongkong).

7. Jalaluddin, SE (Kasi Penetapan & Penagihan) dengan inovasi Optimalisasi Layanan Peningkatan Pendataan dan Penagihan Pajak PBBP2.

Editor : Muh. Syakir
#Bupati Bulukumba Andi Muchtar Ali Yusuf #Pemkab Bulukumba
Berikan Komentar Anda
Epaper
Cover Epaper
Populer