Jumat, 25 November 2022 07:47

Rawan Penyelewengan, APH Diminta Awasi Pengadaan TIK Disdik Tator

Andarias Lebang
Andarias Lebang

Pada prinsipnya pengawasannya tak terlalu rumit. Gampang untuk mengukur apakah ada indikasi permainan atau tidak.

TATOR, PEDOMANMEDIA – Aparat penegak hukum (APH) diminta mengawal penyaluran program pengadaan sarana Teknologi, Informasi dan Komunikasi (TIK) di Dinas Pendidikan Tana Toraja. Penyaluran sarana TIK ke sekolah sekolah dinilai rawan penyimpangan.

"Dalam prosesnya, penyaluran sarana TIK itu ada beberapa tahapan yang memang rawan permainan. Mulai dari proses pengadaan, volume sampai penyaluran," ujar Direktur Lembaga Anti-korupsi Sulawesi Selatan (Laksus) Muhammad Ansar, Jumat (25/11/2022).

Menurut Ansar, pada tahapan ini harus ada kontrol dari APH. Terutama kata dia harus dipastikan berapa jumlah sarana yang tersalur. Dan berapa sekolah yang menerima jatah.

Baca Juga

Kemudian kata Ansar, perlu ada telaah mengenai spesifikasi sarana. Apakah telah memenuhi standar atau tidak.

"APH harus mencermati total anggaran agar bisa diukur penggunaannya berdasarkan rasio jumlah TIK yang didistribusi ke sekolah. Jadi nanti dilakukan pengecekan ke sekolah. Lalu dicocokkan dengan data penyaluran," jelas Ansar.

Dijelaskan Ansar, pada prinsipnya pengawasannya tak terlalu rumit. Karena untuk mengukurnya cukup melihat realitas di lapangan. Secara rill akan lebih mudah terdeteksi apakah ada indikasi permainan atau tidak.

"Cukup melihat rasio anggaran, volume dan spesifikasi. Kalau ada yang tidak cocok artinya ada indikasi penyimpangan di sana," papar Ansar.

Ansar meminta APH melakukan kontrol dari awal. Tujuannya agar bisa mencegah terjadinya penyimpangan. Kedua, untuk memastikan spesifikasi sarana yang tersalur ke sekolah sesuai standar. Tidak ada perbedaan antara sarana yang diterima sekolah dengan laporan Disdik Tator.

"Kan terkadang yang dilaporkan spesifikasi barangnya berkualitas A. Tapi yang tiba di sekolah spek B. Di bagian ini banyak terjadi permainan," katanya.

Saat ini Dinas Pendidikan Tator tengah menyalurkan sarana TIK ke sejumlah sekolah. Anggarannya ditaksir lebih dari Rp1 miliar. Proyek ini bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK).

Plt Kepala Dinas Pendidikan Tator Andarias Lebang, mengemukakan, sarana TIK sebagai media pendidikan untuk SMP dan SDN nilainya mencapai Rp1,1 miliar. Untuk SMP berupa TIK, sedangkan SDN berupa Chromebook.

“Untuk SD itu ada beberapa sekolah yang mendapatkan media pendidikan, berupa Clchromebook, 10 SDN di Tana Toraja Mendapatkan chromebook,” ujar Andarias, Kamis (24/11/2022).

SDN yang menerima chromebool antar lain SDN Batupapan, SDN Kalumpang, SDN Tampo, SDN Tallu Borongna, SDN Ranteba’tan, SDN Batualu Selatan, SDN Tiro Manda, SDN Sa’tandung, SDN Bangla Bittuang, dan SDN Mebali. Masing-masing SD inli mendapatkan 5 unit chromebook.

Andarias mengatakan, untuk TIK didistribusi sebanyak 15 unit per SMP. SMP yang menerima antara lain, ada 4 SMP yang mendapatkan TIK, SMPN Satap 7 Bonggakaradeng, SMPN Satap 10 Saluputti, Satap 11 Saluputti dan SMPN 5 Rantetayo.

“Pelaksanaannya itu berjalan 100% semua. Cuma masih ada beberapa sekolah yang masih dalam tahap penyelesaian. Rata-rata sudah sampai di 92% 95% yang kurangnya itu masih ada sementara dalam tahap pemesanan. Kita pastikan tidak ada yang terlambat, karena sekarang kami sudah mau masuk tahap 3. Seandainya ada yang terlambat tidak mungkin mau lolos sampai direview tahap ke 2 karena berpengaruh. Satu saja sekolah yang tinggal itu akan memengaruhi sekolah yang lainnya,” terang Andarias.

Adapun nilai anggaran per SMP itu mencapai Rp125 juta dari total anggaran Rp1,1 miliar. Andarias mengatakan ini telah sesuai dengan e-katalog.

Penulis : Nober Salamba

Editor : Muh. Syakir
#TIK Disdik Tator #Disdik Tator
Berikan Komentar Anda