MAKASSAR, PEDOMANMEDIA - Ketua DPRD Makassar Rudianto Lallo angkat bicara soal mutasi yang akan dilakukan PJ Wali Kota Makassar Rudy Djamaluddin pasca Pilwalkot. Ia menilai akan lebih bijak jika wali kota defenitif yang melakukan mutasi nantinya.
"Saya secara pribadi, saya kira dengan usainya Pilkada ini sudah ada pemimpin, marilah kita tunggu kepemimpinan Pak Danny dan Ibu Fatma selaku nahkoda baru," katanya, Kamis (10/12/2020).
Tetapi, kata dia, jika ada pandangan lain terkait pengisian jabatan, itu tentu sebagai kewenangan proaktif PJ Wali Kota ketika itu misalkan untuk hak dia sebagai wali kota.
"Tetapi kalau bijak lebih baik adalah menunggu nahkoda baru yaitu Pak danny dan Ibu Fatma karena dia akan memimpin Makassar," katanya lagi.
Meskipun begitu, kata legislator NasDem itu, isu ini belum terjadi masih wacana makanya dirinya tidak mau terlalu jauh, lebih arif dan bijaksana menunggu nahkoda baru memimpin Makassar.
"Soal ini kan menjadi alasannya pengisian jabatan kosong, makanya saya kembalikan kewenangan pak PJ wali kota. Toh itu semua harus ada izin dari Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri). Jadi kembali ke Kemendagri kalau dia memberi izin, kalau tidak, akan lebih arif jika Pak Danny dan Fatma sebagai pemimpin defenitif," jelasnya.
BERITA TERKAIT
-
Penimbunan Lahan Stadion Untia Dimulai Mei, Tahap Awal Disuntik Rp124 M
-
Appi Ingin Peringatan May Day 2026 Lebih Dialogis, Tawarkan Duduk Bersama di Karebosi
-
Appi Penuhi Janji, 40 Lampu Solar Cell Terpasang di Kepulauan
-
Banyak Bansos Salah Sasaran, Pemkot Makassar Siapkan Digitalisasi Data
-
Hadapi Ancaman El Nino, Pemkot Makassar Siagakan 60 Armada untuk Distribusi Air