Soal Longsor di Jalan Poros Palopo-Toraja, Ini Hasil Koordinasi Pemkab Torut dan Pusat
Bupati Torut Kalatiku Paembonan sudah berkoordinasi juga dengan Kementerian PUPR dan Gubernur Sulsel untuk mempercepat pembangunan jalan dari Bua-Sumalu-Rantebua-Tedong Bonga dan sudah dianggarkan.
TORUT, PEDOMANMEDIA - Pemerintah pusat bersama Pemda Toraja Utara (Torut) akan membangun jembatan gantung khusus untuk pejalan kaki dan pengendara motor di lokasi bencana longsor di Jalan Poros Palopo-Toraja per Senin (29/6/2020) hari ini.
“Pemkab Torut terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat melalui kementerian PUPR dan pihak Provinsi Sulsel, dimana kemarin dalam kunjungannya Menteri PUPR akan mengusahakan hari ini dimulainya pembangunan jembatan gantung untuk sementara khusus untuk pejalan kaki dan motor,” kata Kepala BPBD Torut Alexander Tappang.
Alexander juga mengatakan bahwa untuk jembatan permanen akan diupayakan juga namun menunggu hasil kajian atas tanah di sekitar lokasi longsor.
Kata Dia, Bupati Torut Kalatiku Paembonan sudah berkoordinasi juga dengan Kementerian PUPR dan Gubernur Sulsel untuk mempercepat pembangunan jalan dari Bua-Sumalu-Rantebua-Tedong Bonga dan sudah dianggarkan.
“Kemudian Bupati Torut memerintahkan kepada Kepala BPBD untuk membuat posko bencana sementara di lokasi dan juga memperkuat akses masuk alternatif yaitu di Batustanduk-Sangkaropi’ (Sa’dan) dengan memperkuat posko disana,” ujarnya.
“Dan hari ini sudah dipasang peralatan untuk penanganan pemeriksaan terkait Covid-19, dan bekerja sama dengan puskesmas disana, PMI, dan BPBD serta Satpol,” tambahnya.
Alexander menambahkan, Bupati Torut juga terus berkoordinasi untuk penanganan masyarakat yang terdampak, bantuan apa saja yang di perlukan misalnya dari pihak Gereja juga sudah mengirimkan bantuan kemarin setelah berkoordinasi dengan pemerintah.
“Untuk Posko Kaleakan dihentikan sementara dan dipindahkan ke rumah terakhir di Kecamatan Nanggala,” pungkasnya.
- 1
- 2
- 3
- 4
- 5
