Jumat, 18 Desember 2020 13:54

Ibu Tawarkan Dua Anak Balitanya di Pasar Koppe Bone, Ini Faktanya

Ibu di Bone yang diduga menawarkan anaknya di Pasar Koppe.
Ibu di Bone yang diduga menawarkan anaknya di Pasar Koppe.

Keterangan yang diperoleh menyebutkan, kondisi mereka sangat memprihatinkan dan membutuhkan bantuan dari pemerintah atau uluran tangan dari para dermawan. Khususnya, membantu kebutuhan kedua anaknya yang masih balita itu dan ibunya yang belum memiliki pekerjaan.

BONE, PEDOMAN.MEDIA - Fakta dibalik heboh seorang ibu inisial S menawarkan (memberi) dua anaknya yang masih berusia di bawah lima tahun (balita) kepada orang lain di Pasar Koppe desa Lili Riawang Kecamatan Bengo terungkap. Ternyata, kabar yang sempat menghebohkan warga itu disebab oleh kondisi ekonomi keluarga yang kiang sulit saat pandemi ini.

Kendati demikian, S membantah perihal menawarkan kedua anaknya untuk diambil orang lain.

Ayah kandung S inisial R yang ditemui menjelaskan, kronologis kejadian bermula saat Kamis subuh anak perempuannya itu meninggalkan rumahnya di Desa Tea Musu menuju Pasar Koppe desa Lili Riawang. Ia menyebut, S ke Pasar Koppe untuk kemudian hendak ke rumah kerabatnya tetapi sebelumnya singgah di Pasar Koppe. Saat di pasar, muncul kesalahpahaman dari penyampaian S yang saat itu sedang dirundung beban pikiran.

Baca Juga

"Tadi subuh S ke Pasar Koppe tanpa sepengetahuan saya. Ternyata di pasar itu membuat kesalahpahaman. Itu berkembang cerita menawarkan dua anaknya. Bahkan ada kira mau dijual. Itu tidak benar, tidak ada begitu. Kita tidak sampai setega itu," jelas R dengan bahasa bugis.

Hal senada juga disampaikan oleh kerabat warga yang sempat membawa salah satu anak dari S ke rumahnya. Ia mengatakan, S tidak mengatakan menawarkan anaknya kepada kerabatnya. Saat itu, S hanya membiarkan anaknya ikut kepadanya jika anaknya tidak menolak. Terlebih kerabatnya itu dikenalnya dan masih ada hubungan kekeluargaan dengan S.

Sementara itu, S yang ditemui juga menyampaikan hal yang sama. Ia menerangkan, awalnya dirinya ke Pasar Koppe untuk bertamu ke rumah keluarganya. Sebelum ke rumah itu, ia singgah di pasar untuk makan dan menunggu waktu jelang siang.

Sebab, jika langsung ke rumah keluarganya dinilainya masih terlalu dini hari. Saat itulah, ia mengaku sedang menghadapi beban pikiran berat akan kebutuhan kedua anaknya sehingga menganggu fokus penyampaiannya saat berbicara, yang akhirnya disalahpahami warga di pasar.

"Sebenarnya saya tidak pernah mau menawarkan anak saya untuk diambil orang lain. Hanya saat itu, saya betul-betul kebingungan soal desakan ekonomi. Saya mau kerja tapi bagaimana mau kerja, tidak ada bisa jaga anak saya, jadi saya rencana bawa ke rumah kerabat saja dulu,"ungkapnya

Ia juga menyadari sisi kekeliruannya dan kesalahpahaman masyarakat hingga mencemoohnya atas dasar kabar yang heboh di pasar itu. Kini, ia hanya sabar dan pasrah, serta berharap kata-kata yang sifatnya menambah beban hidupnya, tidak lagi dialamatkan kepadanya. Apalagi saat ini, ia dirundung beban pikiran mengurus dan memenuhi kebutuhan kedua anaknya.

Hingga hari ini, pantauan PEDOMAN.MEDIA, ibu dan kedua balitanya itu telah berkumpul kembali dengan keluarganya di Desa Tea Musu. Keterangan yang diperoleh menyebutkan, kondisi mereka sangat memprihatinkan dan membutuhkan bantuan dari pemerintah atau uluran tangan dari para dermawan. Khususnya, membantu kebutuhan kedua anaknya yang masih balita itu dan ibunya yang belum memiliki pekerjaan.

Sejumlah kerabat dekat dan warga setempat pun juga terpantau sudah berdatangan memberi empati dan kepedulian akan hal memilukan yang dialami keluarga tersebut. Warga berharap pemerintah dapat mengambil langkah cepat dan berkesinambungan untuk memberi solusi membantu balita dan ibunya itu. Baik melalui program pemberdayaan BUMDes, pemulihan ekonomi, atau program pemerintah lainnya.

Sementara itu pemerintah setempat belum berhasil dikonfirmasi terkait hal tersebut. Kendati demikian aparatur desa terpantau telah mengunjungi warga itu.

Penulis : Abustan Abiy
Editor : Jusrianto
#Ibu Tawarkan Balita #Pasar Koppe Bone
Berikan Komentar Anda