JAKARTA, PEDOMANMEDIA - Presiden Joko Widodo kembali menegaskan keseriusannya menjadi orang pertama yang divaksin Corona di Indonesia. Jokowi ingin membuktikan bahwa tidak ada apa-apa pada vaksin itu.
"Nda apa-apa biar saya duluan yang divaksin. Untuk membuktikan bahwa tidak ada apa-apa pada vaksin itu," ujarnya saat bertemu pedagang di Istana Negara, Jumat (18/12/2020).
Jokowi mengatakan, memaklumi kekhawatiran masyarakat Indonesia terhadap efek dari vaksin. Tetapi menurutnya tidak ada yang perlu dikhawatirkan, karena vaksin ini telah melalui fase panjang sebelum akhirnya diedarkan ke masyarakat.
Dalam kesempatan itu Jokowi mengajak para pedagang agar tidak takut divaksin.
Ia menjelaskan, masyarakat akan menjalani vaksinasi bertahap mulai Januari 2021.
"Semua dapat giliran. Dan jangan takut. Ini agar kita bisa hidup normal kembali. Kita kan mau kehidupan sosial dan ekonomi pulih lagi. Ya ini setelah vaksinasi," katanya.
Jokowi mengatakan, jika semuanya sudah divaksin, maka kondisi kehidupan akan berubah lebih baik. Meski vaksinasi memang memerlukan waktu yang cukup lama.
"Target vaksinasi sebanyak 67 persen dari jumlah penduduk Indonesia. Persentase itu setara dengan 182 juta penduduk. Menyuntik satu per satu itu kan lama. Butuh waktu panjang," jelasnya.
Ia memastikan, vaksin yang diberikan pemerintah ke masyarakat tidak berbayar atau gratis.
BERITA TERKAIT
-
Jokowi Tepis Isu Matahari Kembar: Mataharinya Hanya Satu Prabowo Subianto
-
Jokowi Terima 10 Nama Capim dan Cadewas KPK 2024-2029
-
Di Hadapan Paus Fransiskus, Jokowi: Perbedaan adalah Anugerah, Toleransi Pupuk Persatuan dan Perdamaian
-
Istana Tanggapi Isu Keretakan Hubungan Jokowi dan Prabowo: Bunga-bunga Demokrasi
-
Presiden Jokowi Hormati Keputusan DKPP Terkait Pemberhentian Ketua KPU