Muh. Syakir : Sabtu, 19 Desember 2020 10:01
Kristian HP Lambe di tengah-tengan simpatisan.

TATOR, PEDOMANMEDIA - Partai Demokrat dan Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) mungkin bisa disebut sebagai koalisi partai yang selalu membawa keberuntungan bagi paslon yang mengendarainya. Pasalnya setiap calon yang diusung koalisi ini pasti memenangkan pilkada.

"Koalisi Demokrat-PKPI pertama terjadi saat pilkada secara langsung pertama kali digelar pada tahun 2005 lalu. Koalisi Demokrat-PKPI dan PPD mengusung pasangan Johanis Amping Situru-A.Palino Popang. Saat itu Amping-Popang meraih 32 persen suara dan unggul atas pasangan Deka Paranoan-Yohanis T. Tandipayuk dan 4 paslon lainnya," terang Kristian HP Lambe, Ketua Bappilu Demokrat Tana Toraja, Sabtu (19/12/2020).

Dikatakan Kristian, koalisi kedua Partai Demokrat dan PKPI terjadi pada Pilkada 2015. Dimana koalisi ini mengusung Nicodemus Biringkanae-Victor Datuan Batara menang 41,99 persen dan berhasil menumbangkan petahana Theofilus Allorerung yang saat itu berpasangan dengan Yohanis Lintin Paembongan serta pasangan dr Zadrak Tombeg-Jeane Tandirerung.

Kini di Pilkada 2020, Koalisi Partai Demokrat-PKPI bersama Partai Gerindra mengusung pasangan Theofilus Allorerung-dr.Zadrak Tombeq menang 41,09 persen. Sakral koalisi Demokrat-PKPI kembali terbukti, dimana pasangan Theo-Zadrak menumbangkan petahana Nicodemus Biringkanae-Victor Datuan Batara serta Albertus Patarru-John Diplomasi.

"Kesimpulan saya bahwa Pilkada Tana Toraja usungan Demokrat-PKPI menjadi realitas sosial yang mengusung paradigma perubahan sosial yang holistik dan fantastik," katanya.

Terbukti bahwa pilkada langsung di Kabupaten Tana Toraja dan Toraja Utara belum pernah petahana (incumbent) melanggengkan kekuasaanya.

Teori Foucault tentang Relasi Kuasa dimana kekuasaan memproduksi perubahan sosial yang fundamental. Penguasa harus berhikmat dan pandai memainkan peranan sosial sebagai relasi subyektivitas individu dan masyarakat.