Muh. Syakir : Senin, 17 April 2023 14:32

MAKASSAR, PEDOMANMEDIA - Para pegiat antikorupsi mendesak Kapolda Sulsel Irjen Pol Setyo Boedi Moemoeni Harso membuka kembali kasus dugaan korupsi dalam proyek pengadaan kontainer Makassar Recover. Kasus ini sudah mangkrak lebih dari setahun.

Proyek ini dimulai pengusutannya sejak Desember 2021. Tahun 2022, penyidik Polda Sulsel memeriksa semua camat. Penyidik menyebut ada kemungkinan kasus ini akan naik ke penyidikan.

Namun hingga April 2023, tak ada perkembangan pengusutan. Pagiat antikoruosi, Mulyadi melihat, progres penyidik terkesan lambat. Harusnya kata dia, sudah ada perkembangan konkret dari penyelidikan selama setahun.

"Sudah setahun kasus ini diusut. Kita harapkan ada kemajuan pengusutan lebih konkret dari Polda Sulsel," ujar Mulyadi, Senin (17/4/2023).

Mulyadi mengungkapkan, banyak kejanggalan dari proyek kontainer recover yang memang patut didalami. Ia yakin, dari pengusutan awal, penyidik memungkinkan telah menemukan indikasi penyimpangan.

"Kan seluruh camat sudah diperiksa. Saya yakin penyidik telah mengumpulkan bukti ke arah sana (korupsi). Karena itu kita harapkan ini terus difollow up," pinta Mulyadi.

Mulyadi juga meminta pengusutan diperlebar. Kata dia, tak terlalu sulit menemukan benang merah kasus ini.

"Kan sebenarnya semua jelas. Apa perannya camat itu jelas. Siapa terlibat secara teknis itu juga jelas. Penyimpangannya di mana, ya lebih mudah ditelusuri. Jadi menurut kami ini tidak rumit," ujarnya.

Mulyadi meminta penyidik tak hanya fokus pada camat. Tapi juga mengusut pihak pihak lain yang terlibat sebagai pengendali proyek.

"Ini memang berpotensi melibatkan banyak pihak. Jadi saya kira itu harus ikut didalami," katanya.

Menurut Mulyadi, proyek kontainer recover menelan anggaran besar. Dan digulirkan di masa pandemi. Sehingga penanganannya patut mendapat prioritas lebih.

"Karena proyeknya dilakukan di masa pandemi. Jadi harus prioritas. Sama dengan kasus bansos kan, itu dapat prioritas karena terkait hajat masyarakat banyak dan digulirkan saat warga dalam kesulitan. Bahkan pelakunya juga harus dihukum lebih berat. Inikan sudah komitmen bersama yang sudah disampaikan presiden dan para penegak hukum," paparnya.

Sebelumnya, Desember 2021 penyidik Polda Sulsel telah memulai mengusut dugaan penyimpangan pada proyek pengadaan kontainer Makassar Recover Covid-19. Sejumlah camat telah diperiksa.

Karena itu Mulyadi mendesak Kapolda Sulsel yang baru memberi atensi pada kasus ini.

"Ini saya rasa harus jadi tantangan pertama bagi Kapolda baru. Sebab proyek kontainer recover salah satu yang jadi atensi publik," ujarnya.

Jangan sampai kata Mulyadi, kasus ini kembali ditinggalkan jadi bengkalai seperti kapolda sebelumnya.

"Kapolda sebelumnya pergi dan ditinggalkan kasus ini jadi bengkalai. Ini tidak akan tuntas jika tak kapolda sekarang tak menyelesaikannya," tandas Mulyadi.

Proyek kontainer Makassar Recover digulir sejak Agustus lalu. Proyek ini menelan anggaran sekitar Rp15 miliar dengan asumsi anggaran yang dihabiskan sebesar Rp90 juta per kontainer. Kontainer ditempatkan di 143 kelurahan.