TATOR, PEDOMANMEDIA - Kepala Dinas Pariwisata Kepemudaan dan Olahraga Tator Adelheid Sosang mengakui belum memanfaatkan bantuan CSR dari Bank Sulsel untuk pembenahan pondok kuliner di objek wisata Pango-pango. Pihaknya masih akan menginventarisir para penjual agar pengelolaannya lebih optimal.
“Jadi memang itukan CSR dari BPD, kami diberikan mandat dari bapak bupati dan camat untuk mengundi nomor urutnya khusus penjual yang ada di dalam. Jadi diprioritaskan bagi mereka yang ada di dalam sejak Pango-pango itu mulai dibuka,” ujar Adelheid Sosang, Sabtu (20/05/2023).
Dikatakan Adelheid, banyak masyarakat dari luar yang bermohon untuk mendapatkan tempat jualan di Pango-pango. Namun belum satupun yang diberikan izin karena harus mendahulukan pedagang pedagang lama.
“Kami utamakan dulu orang-orang dalam yang memang sudah beraktivitas sejak lama di sana," ungkap Adelheid.
Adelheid mengatakan, pondok kuliner akan segera diaktifkan dalam waktu dekat. Agar kata dia, geliat sektor pariwisata segera bangkit.
“Itu dibatas akan ditempati jual kuliner dan cinderamata, dan berharap itu kuliner-kuliner Nusantara, kopi-kopi Toraja yang menjadi salah satu daya tarik,” ucap Adelheid.
Adelheid mengatakan, bahan-bahan jualan disiapkan sendiri dari orang-orang yang menempati. Kemungkinan nanti Pondok Kuliner akan berstatus sewa.
Adelheid berharap, agar masyarakat betul-betul tertib dalam mengelola, menempati, dan memanfaatkan pondok kuliner. Diharapkan makanan dan minuman yang ditawarkan juga harus dari khas daerah Toraja atau lokal.
Penulis: Nober Salamba